Tommy Kurniawan Soroti Biaya Sewa Bombardier CRJ 1.000

Tommy Kurniawan Soroti Biaya Sewa Bombardier CRJ 1.000
Tommy Kurniawan. Foto: dok. pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Tommy Kurniawan mengapresiasi langkah tegas Menteri BUMN Erick Thohir yang meminta Garuda Indonesia untuk memutus kontrak secara sepihak penyewaan 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000 dengan Nordic Aviation Capital (NAC).

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB ini menilai keputusan tersebut sangat tepat untuk menekan kerugian yang begitu besar.

“Saya mendukung penuh langkah ini demi menyelamatkan keuangan Garuda Indonesia,” kata Tommy Kurniawan, Kamis (11/2).

Menurut Tommy, beban sewa sebesar USD 27 juta per tahun atau sekitar Rp376,91 miliar sangat tidak sehat untuk keuangan Garuda Indonesia. Belum lagi biaya perawatan yang sangat tinggi.

“Saya rasa, sudah tepat untuk langsung memutus kerja sama. Jangan sampai negara rugi besar akibat kontrak pesawat ini, termasuk juga demi menyelamatkan keuangan Garuda Indonesia,” ujarnya.

Ketua DKN Garda Bangsa ini mengatakan, mengambil langkah efisiensi sangat penting di tengah krisis akibat pandemi saat ini.

“Pemutusan kontrak itu merupakan langkah efisiensi yang sangat tepat,” tandas Tommy Kurniawan.

Diketahui, Menteri BUMN Erick Thohir meminta direksi Garuda Indonesia untuk mengakhiri kontrak sewa pesawat Bombardier CRJ 1.000 dengan NAC. Kontrak sewa itu sendiri akan berakhir pada 2027 mendatang. (jlo/jpnn)

Tommy Kurniawan menilai beban sewa pesawat Bombardier CRJ 1.000 sangat tidak sehat bagi keuangan Garuda Indonesia.


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News