Usain Bolt Jadi Legenda Lintasan

Usain Bolt Jadi Legenda Lintasan
Usain Bolt Jadi Legenda Lintasan
“Saat saya memasuki tikungan, saya merasakan nyeri pada punggung, jadi saya hanya mencoba menjaga performa saya. Saya berhenti berlari karena saya tahu itu tidak akan menjadi rekor dunia,” lanjut sprinter berjuluk ‘Lightning Bolt’ itu.

Saat balapan, Bolt juga tidak berlari dengan kecepatan penuh. Setelah dalam posisi unggul mendekati garis finis, dia terlihat menurunkan kecepatan dan sempat menoleh ke sisi kiri.

Bahkan, peraih tiga medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu sempat melakukan selebrasi kecil saat kakinya melintas garis finis, yakni dengan menempelkan jari di bibir. “Itu sungguh sulit. Saya mendedikasikan diri saya sendiri untuk terus bekerja, saya tahu apa makna London untuk saya. Saya datang ke sini untuk memberikan segalanya dan saya bangga dengan diri saya sendiri. Saya tidak memecahkan rekor 200 meter meski sungguh-sungguh ingin melakukannya, tapi saya cukup gembira,” tegas Bolt.

Keberhasilan ini juga mematahkan semua spekulasi yang menyebut bahwa karir Bolt akan berakhir di tahun 2010 lalu. Saat itu Bolt tidak meraih gelar sama sekali lantaran terkendala cedera lutut. Bahkan, di 2011, Bolt juga dikalahkan kompatriotnya Yohan Blake di kejuaraan dunia.

LONDON--Sprinter andalan Jamaika Usain Bolt kembali menyihir para penonton Stadion Olympic tempat berlangsungnya final 200 meter putra. Pelari yang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News