Vaksinasi Merdeka Aglomerasi Milik Polda Metro Resmi Ditutup, Ini Penjelasan Irjen Fadil

Vaksinasi Merdeka Aglomerasi Milik Polda Metro Resmi Ditutup, Ini Penjelasan Irjen Fadil
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Foto: Ricardo/JPNN.com

Adapun, pelaksanaan vaksimasi pertama dilakukan di DKI Jakarta dan berhasil mendorong capaian angka vaksinasi di Jakarta hingga 107 persen, di hari terakhir pada 17 Agustus 2021.

"Bila pimpinan daerah menilai metode Vaksinasi Merdeka ini bermanfaat, maka layaknya sebagai cetakan, silakan digunakan cetakan  Vaksinasi Merdeka ini untuk melanjutkan program vaksinasi berikutnya di masing-masing wilayah,” ujar Fadil.

Kepala Posko Vaksinasi Merdeka Polda Metro Jaya Supriyanto mengatakan Vaksinasi Merdeka Aglomerasi selama sepuluh hari telah memberikan kontribusi lebih dari 61,72 persen di lima wilayah penyanggah.

Capaian tertinggi sebesar 72,64 persen di Bekasi Kabupaten, disusul Tangerang Kota sebesar 72,37 persen.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sinergi Vaksinasi Merdeka Devie Rahmawati mengatakan Vaksinasi Merdeka Aglomerasi ini merupakan metode yang menjadi terobosan strategis.

Pasalnya, kata dia, biaya penyelenggaraan yang efisien. 

"Memang vaksin untuk masyarakat seluruhnya gratis. Namun, tidak semua biaya penyelenggaraan vaksinasi yang efisien," kata Devie.

Pada program milik Irjen Fadil itu hanya mematok biaya penyelenggaran untuk menyuntikkan satu individu Rp.5 ribu hingga maksimal Rp20 ribu. 

Vaksinasi Merdeka Aglomerasi yang berlangsung selama sepuluh hari di wilayah Bekasi Kabupaten, Bekasi Kota, Depok, Tangerang Kota, dan Tangerang Selatan, resmi ditutup

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News