Venture Debt Bisa jadi Alternatif Pendanaan Bisnis UMKM
jpnn.com, JAKARTA - Keterbatasan pendanaan kerap menjadi kendala bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) ketika hendak meningkatkan skala bisnis.
Salah satu kendala UMKM yakni minimnya jaminan yang biasa menjadi persyaratan utama bank dalam memberikan pinjaman.
Menyusul hal tersebut, sejumlah perusahaan penyedia dana dengan model ventura pun belakangan muncul sebagai alternatif.
Bedanya, produk yang ditawarkan bukanlah venture equity, melainkan venture debt, yang dianggap lebih fleksibel.
Model pendanaan tersebut dinilai lebih dapat disesuaikan dengan profil serta risiko perusahaan masing-masing dan dianggap pilihan strategis untuk ekspansi dan menumbuhkan bisnis.
Menyadari kebutuhan tersebut, perusahaan penyedia dan bisnis, Qverse pun ikut menjadi bagian dari industri.
CEO Qverse Gena Bijaksana mengatakan kehadiran Qverse sebagai Growth Partner memang berfokus untuk menjadi partner pertumbuhan berkelanjutan bagi para founders dan bisnis di Indonesia.
Gena menggarisbawahi pentingnya mengejar strategi pertumbuhan untuk mencapai responsible growth, tidak sekadar growth at all cost.
Ventur Debt dapat menjadi alternatif pendanaan untuk bisnis lokal yang ingin meningkatkan pertumbuhan.
- Perkuat Sinergi UMKM Go Global, Bank Mandiri Dorong Produk Binaan Masuk Pasar Dunia
- Seminar Nasional KDKMP Bareng Asosiasi Desa, Mendes Yandri Pastikan Kopdes Tak Mematikan UMKM
- Google Cloud Dorong Akselerasi Implementasi AI Perusahaan
- Bea Cukai Beri Izin Fasilitas Kawasan Berikat kepada Perusahaan Mainan Asal Jombang
- Dorong Lahirnya Eksportir Baru, Bea Cukai Bekali UMKM dengan Materi Regulasi & Branding
- PalmCo Gelar Baking Class 2026 untuk 50 UMKM dan Warga
JPNN.com




