Wabah Corona Makin Mengerikan, Donald Trump Sebut Obat Ini Hadiah dari Tuhan

Wabah Corona Makin Mengerikan, Donald Trump Sebut Obat Ini Hadiah dari Tuhan
Setya Novanto bersama Donald Trump dalam kampanye Pemilu Presiden Amerika Serikat pada 2016. Foto: REUTERS/Lucas Jackson

jpnn.com, WASHINGTON - Meski belum terbukti seratus persen keampuhannya, obat antimalaria klorokuin telah digembar-gemborkan sejumlah kepala negara sebagai senjata ampuh untuk membunuh virus corona. Tidak tanggung-tanggung, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyebutnya sebagai hadiah dari tuhan.

Pekan lalu, Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya tengah berusaha membuka akses sebesar-besarnya ke klorokuin dan hidroksiklorokuin, setelah penelitian awal di Prancis dan Tiongkok menunjukkan hasil yang menjanjikan.

"Obat itu kemungkinan besar akan memiliki dampak luar biasa, sebuah hadiah dari tuhan, jika sukses situasi akan berubah drastis," ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin (23/3).

Sikap Trump yang terlalu bersemangat mempromosikan klorokuin sebelumnya telah dikritik sejumlah ilmuan ternama Amerika Serikat karena dikhawatirkan memicu masyarakat mengonsumsi klorokuin secara sembarangan.

Mereka juga khawatir publik mulai memborong obat tersebut sehingga menyebabkan kelangkaan yang akan sangat merugikan pasien lain yang juga membutuhkannya seperti penderita lupus dan radang sendi.

Negara Bagian New York dijadwalkan melakukan uji klinis dengan memberi pasien hidroksiklorokuin bersama dengan azithromycin, antibiotik yang berfungsi mengobati infeksi oleh bakteri.

Seperti diketahui, Amerika Serikat tengah kewalahan menghalau penyebaran virus corona yang makin meluas. Saat ini ada 40 ribu kasus di negara tersebut dengan 500 di antaranya berakhir dengan kematian. (AFP/dil/jpnn)

Tidak tanggung-tanggung, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut obat yang konon ampuh melawan virus corona ini sebagai hadiah dari tuhan.


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber AFP

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News