Wabah Penyakit dan Busung Lapar Renggut 95 Nyawa

Wabah Penyakit dan Busung Lapar Renggut 95 Nyawa
Wabah Penyakit dan Busung Lapar Renggut 95 Nyawa
Sakit yang diderita adalah keluhan gatal-gatal yang kemudian timbul bengkak, bisul, lalu panas tinggi, dan karena tidak tertolong meninggal dunia. "Kebanyakan anak kecil, balita. Ada yang berumur 10 tahun dan 2"3 orang dewasa," ucap Abner.

 

Warga yang kampungnya terserang wabah penyakit, lanjut Abner, sudah mengungsi ke kampung lain. "Tidak ada orang lagi di tempat itu (kampung yang terserang wabah, Red). Itu sudah menjadi tradisi mereka. Kalau ada wabah, mereka mengungsi," paparnya.

 

Distrik Kwor bisa dijangkau dengan menggunakan perahu selama satu hari dari Sorong. Kemudian, untuk mencapai kampung yang dimaksud, dapat ditempuh 3-5 hari dengan berjalan kaki.

 

"Yang dibutuhkan adalah selimut, makanan, makanan kemasan, susu, dan gula. Mungkin kekurangan darah. Dan begitu kena panas, gatal, dan daya tubuh rendah, akhirnya tidak bisa tertolong," ungkap Abner.

 

JAYAPURA--Kabar menyedihkan datang dari pedalaman Papua Barat. Sedikitnya 95 anak di tiga kampung kawasan Distrik Kwor, Kabupaten Tambrauw, Papua

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News