Waduh! Ancaman Sanksi AS ke Rusia Bikin Rupiah Loyo

Waduh! Ancaman Sanksi AS ke Rusia Bikin Rupiah Loyo
Rupiah ditutup melemah. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank hari ini melemah akibat dampak kelanjutan invasi Rusia ke Ukraina.

Rupiah pada Kamis (24/3) melemah 15 poin di level Rp 14.352 per dolar AS.

Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan melemahnya rupiah disebabkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan sanksi lebih lanjut terhadap Rusia.

Hal itu sebagai tanggapan atas invasi terakhir Rusia ke Ukraina satu bulan lalu pada 24 Februari.

"Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa dia dapat mengalihkan penjualan gas tertentu ke rubel," ujar Ibrahim.

Menurut dia, langkah tersebut membuat kontrak berjangka Eropa melonjak karena meningkatnya kekhawatiran akan krisis energi yang diperburuk dan dapat berdampak pada kesepakatan berjumlah ratusan juta dolar setiap hari.

Di Asia Pasifik, Bank of Japan (BOJ) merilis laporan dari pertemuan kebijakan terbaru pada hari sebelumnya.

Laporan menunjukkan pembuat kebijakan setuju inflasi konsumen bisa melampaui ekspektasi jika perusahaan meneruskan kenaikan biaya lebih cepat dari perkiraan.

Selain itu, di dalam negeri Dana Moneter Internasional (IMF) menilai Indonesia berhasil menjaga stabilitas ekonomi dan sektor keuangan di tengah pandemi.

Dewan Direktur IMF mengapresiasi dan memberikan catatan positif terhadap berbagai kebijakan yang ditempuh Indonesia.

Pertama, komitmen otoritas untuk mengembalikan batas atas defisit fiskal sebesar tiga persen pada 2023 secara gradual.

Kedua, komitmen otoritas kebijakan moneter untuk berada ahead of the curve dengan tetap memerhatikan tingkat inflasi.

Ketiga, upaya otoritas dalam mendorong pendalaman dan inklusi pasar keuangan, khususnya melalui digitalisasi.

Keempat, komitmen otoritas untuk melanjutkan  reformasi struktural melalui reformasi di sektor riil  dan sektor keuangan untuk meningkatkan investasi, mendorong pertumbuhan, dan memitigasi dampak scarring akibat pandemi.

Kelima, komitmen otoritas untuk mengatasi dan memitigasi perubahan iklim.

"IMF melihat kinerja ekonomi Indonesia akan terus menguat pada 2022-2023 didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan dukungan kondisi komoditas global," kata Ibrahim.

Kendati demikian, IMF menyampaikan perlu mewaspadai beberapa risiko, terutama yang berkaitan dengan munculnya varian virus baru.

BI dan pemerintah akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan guna menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Kemudian untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif.

Namun, ditutup melemah di rentang Rp 14.330 - Rp 14.380. (mcr28/jpnn)


Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank hari ini melemah akibat dampak kelanjutan invasi Rusia ke Ukraina.


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Wenti Ayu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News