JPNN.com

Wapres Kiai Ma’ruf: Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban

Kamis, 09 Juli 2020 – 02:00 WIB
Wapres Kiai Ma’ruf: Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban - JPNN.com
Wakil Preside KH. Ma’ruf Amin saat menjadi pembicara saat Webimar di Masjid Istiqlal, Rabu (8/7). Foto: Panitia Webimar Masjid

jpnn.com, JAKARTA - Bidang Diklat Badan Pengelola Masjid Istiqlal menyelenggarakan Webinar nasional dengan tema “Membangun Peradaban Islam Indonesia Berbasis Masjid.”

Webinar ini di selenggarakan pada hari Rabu (8/7/2020) di Masjid Istiqlal. Webinar dengan skala nasional tersebut dihadiri oleh peserta dari kalangan Ulama, cendikiawan, dosen, pengurus Masjid seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Medan, Sulawesi, Papua dan daerah lain di Indonesia termasuk peserta dari luar negeri diantaranya berasal dari Hongkong, Malaysia, dan Taiwan.

Adapun Narasumber Webinar adalah Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (Wakil Presiden RI), Jusuf Kalla (Ketua Umum DMI), Prof Dr. Azumardi Azra (Cendikiawan Muslim), Prof. Dr. KH. Nasarudin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal )

Kiai Ma’ruf Amin sebagai Keynote Speaker dalam acara tersebut menyampaikan seminar ini sangat penting untuk mereviuw kembali peran dan fungsi masjid seperti pada zaman Rasulullah.

Masjid harus menjadi pusat peradaban, untuk menuju peradaban maka harus dibangun masyarakatnya dan masjid menjadi starting poin untuk membangun peradaban itu. Umat Islam tidak boleh terhegemoni dengan peradaban orang lain.

Kiai Ma’ruf mengingatkan potensi pemberdayaan umat di masjid saat ini belum termanfaatkan dengan optimal. Padahal, masjid merupakan tempat strategis untuk pembangunan dan pemberdayaan umat, salah satunya dalam sektor ekonomi.

Dia mendorong peningkatan fungsi masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi umat. Potensi ini  yang dalam waktu cukup lama belum termanfaatkan secara baik. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengembalikan salah satu fungsi masjid sebagai media pemberdayaan ekonomi umat.

Wapres menuturkan, kondisi ini terjadi karena masih adanya pemahaman yang menilai bahwa masjid tidak tepat untuk dijadikan pusat aktivitas ekonomi. Untuk itu diperlukan model bisnis yang mendorong jamaah untuk terlibat langsung di dalamnya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
fri