Selasa, 23 Juli 2019 – 03:23 WIB

Waspada, Debat di Media Sosial Bisa Bikin Anda Stres

Minggu, 20 Januari 2019 – 04:05 WIB
Waspada, Debat di Media Sosial Bisa Bikin Anda Stres - JPNN.COM

Stres. Ilustrasi.

jpnn.com - Media sosial menjadi kanal bagi sebagian orang untuk saling mengenal atau mengungkapkan isi pemikiran. Seiring waktu, keberadaan media sosial begitu penting dan banyak membantu keperluan sehari-hari. Meski begitu, media sosial juga bisa sangat memengaruhi kesehatan Anda. Apalagi jika terlibat dalam situasi yang justru menjadi penyebab stres, termasuk adanya debat yang tidak sehat.

“Survei membuktikan bahwa penggunaan media sosial secara umum dapat mengakibatkan gangguan tidur, gangguan cemas, hingga depresi. Semakin banyak dan semakin lama menghabiskan waktu bermain media sosial, risiko depresi juga semakin tinggi,” ujar dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter. 

Media sosial pengaruhi kesehatan mental

Pada tahap lanjut, media sosial bisa menjadi arena pertarungan bagi mereka yang berbeda pendapat. Apalagi memasuki tahun politik, hal itu bisa benar-benar terjadi. Melihat atau terlibat dalam perdebatan tersebut bisa bikin Anda stres.

Faktanya, media sosial mampu berdampak buruk pada kesehatan mental. Jadi, ujaran kebencian yang ditebarkan oleh warganet terkait kondisi politik Indonesia 2019 juga dapat menimbulkan gangguan kecemasan, stres, hingga depresi, apalagi jika ikut terlibat di dalam debat tersebut.

Pada dasarnya, penting bagi Anda sebagai individu dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan pribadi satu sama lain. Misalnya, terjadi diskusi terkait perbedaan pandangan politik, maka hal itu bisa dilakukan dengan kepala dingin tanpa harus melakukan perdebatan.

Stres pengaruhi sistem otak

Apa yang terjadi sekarang di media sosial sekarang ini adalah kebalikannya. Saat ada perbedaan pemikiran dari masing-masing orang, yang terjadi malah sebuah “gesekan” bahkan perdebatan kusir. Ketika Anda mengalami atau terjun langsung untuk terlibat dalam hal itu, tekanan demi tekanan akan dirasakan sehingga stres atau depresi tak bisa dihindari lagi.

Sumber : Klikdokter
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar