Website KPU Diretas, Pemenang Pilgub Berubah, Polisi Siaga

Website KPU Diretas, Pemenang Pilgub Berubah, Polisi Siaga
Petugas kepolisian bersenjata laras panjang lengkap dengan seragamnya berjaga di Kantor KPU Kaltim. Foto: EWY MAHARANI/Kaltim Post/JPNN.com

Sementara pos penjagaan di luar Gedung KPU Kaltim dijaga ketat petugas kepolisian. Begitu pula di bagian ruang tunggu. Setidaknya ada puluhan petugas bersenjata laras panjang lengkap dengan seragamnya berjaga di bagian luar maupun dalam kantor.

Ida menyebut, saat ini belum ada aktivitas berarti di Kantor KPU Kaltim. Sebab, proses rekapitulasi surat suara setelah pencoblosan masih berlangsung di tingkat kecamatan. “Sudah dimulai sejak 28 Juni dan berakhir 4 Juli,” ujarnya.

Pada 4 Juli, lanjut dia, hasil rekapitulasi dari seluruh kecamatan akan diserahkan ke KPU kabupaten/kota. “Rekapitulasi tingkat kabupaten/kota akan dilanjutkan sampai 7 Juli,” ungkapnya.

Ida menambahkan, setelah dari kabupaten/kota baru diserahkan ke KPU Kaltim. Sampai akhirnya diumumkan pada 9 Juli mendatang. “Sekarang kami hanya menunggu. Intinya proses rekapitulasi sedang berjalan,” katanya.

Ketua KPU Arief Budiman membenarkan website KPU RI telah diretas oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Kabar tersebut dia dapat setelah pihaknya mendapat laporan masyarakat yang melihat laman daring infopemilukpu.go.id mengalami perubahan data real time yang signifikan.

“Jadi, masyarakat penting untuk terlibat pada proses pemilu. Bukan hanya kampanye dan saat pemilihan. Tapi terlibatnya hingga proses perhitungan. Masyarakat bisa memantaunya lewat infopemilukpu.go.id, cuma memang terjadi buka-tutup pada situs ini,” ujar Arief Budiman.

Arief menyebut, pihaknya berupaya membendung peretas yang selalu datang setiap menit. Maka tenaga ahli IT yang dimiliki KPU menyarankan agar situs infopemilukpu.go.id ditutup untuk sementara waktu untuk menangkal dan membereskan upaya peretasan yang datang menyerang.

Dia menjamin tidak ada data yang berubah setelah situs aktif kembali. Dia menegaskan, bila publik kurang percaya terhadap kinerja sistem daring KPU, masyarakat bisa memantau kerja KPU secara manual melalui tingkat kecamatan hingga seterusnya.

Website KPU sempat diretas, data real time perolehan suara pada Pilgub Kaltim berubah, polisi bersenjata siaga.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News