Wisata Bono, Menguji Adrenalin di Liukan Ombak Sungai

Wisata Bono, Menguji Adrenalin di Liukan Ombak Sungai
Asyik berselancar di ombak bono. Foto: Dok. JPNN.com

Dengan adanya gelombang bono dan para turis berselancar di atas-atas gelombang bono, membuat Teluk Meranti menjadi tersohor. Bahkan dengan adanya perhatian serius dari Bupati Pelalawan dan Kementerian Pariwisata RI, maka perkampungan Teluk Meranti menjadi satu perkampungan Sadar Wisata.

‘’Jadi Kuala Kampar menjadi tempat atau Kampung  Wisata. Kemudian masyarakatnya diberikan pemahaman tentang sadar wisata. Jadi merekalah mengelola perkampungan itu menjadi tempat wisata dan bisa memberikan penghasilan cukup memajukan daerah,’’ Jelas Direktur Pemberdayaan  Masyarakat, Direktorat Jendral (Dirjen) Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementrian Pariwisata, Drs Bakri.


Paling tidak dengan terbentuknya Desa Sadar Wisata tersebut, pemerintah tinggal memberikan ceramah atau pemberdayaan terutama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

‘’Bono ini sudah terkenal di manca negara. Bahkan kita sudah berupaya mengajukan sebagai salah satu keajaiban dunia. Di dunia ada dua, di Indonesia di Kuala Kampar dan Sungai Amazon yang ombaknya tak setinggi di Kuala Kampar Indonesia,’’ tegasnya.

Untuk Riau sendiri, desa yang bakal mendapat pemberdayaan untuk peduli wisata atau disebut desa wisata terdapat 28 desa. Yang tersebar di antaranya Kabupaten Bengkalis, Pelalawan, Rohil dan beberapa kabupaten/kota lainnya.

‘’Kita berharap desa-desa wisata ini bisa menjadi kenyataan dan bisa berkembang sendirinya dengan peran serta masyarakat,’’ ucap Bakri.(Riau Pos/JPNN)

Legenda Bono Bono merupakan nama yang diberikan oleh masyarakat Teluk Meranti kepada gelombang yang terkategori Tidal Bore, yaitu fenomena hidrodinamika


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News