Selasa, 21 Oktober 2014 | 07:33:30
Home / Olahraga / Basket / Cegah Cedera, Matangkan Cadangan

Rabu, 04 April 2012 , 12:05:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Di Flexi NBL Indonesia 2011-2012, setiap tim bermain masing-masing 33 kali sepanjang musim reguler. Itu menjadikan musim ini menjadi salah satu yang paling panjang dalam sejarah basket profesional tanah air. Agar bisa konsisten sampai akhir liga, setiap tim dituntut pintar melakukan rotasi.
      
Tuntutan akan rotasi itu makin terasa selama seri pemungkas di Jakarta kali ini. Itu harus dilakukan agar pemain bintang bisa dalam kondisi siap tempur saat championship series di Jogjakarta mulai 21 April mendatang.

Rotasi itu tidak hanya untuk mencegah pemain cedera. Namun, juga untuk mematangkan pemain cadangan. Di championship series nanti, setiap tim juga akan melakoni pertandingan yang lebih banyak karena format yang digunakan adalah double elmimination. Pemain cadangan akan menjadi amunisi penting untuk melangkah ke tangga juara.

Hampir semua tim papan atas yang sudah mengamankan tiket ke championship series banyak melakukan rotasi selama seri keenam ini. Dell Aspac Jakarta misalnya. Saat mengalahkan, Comfort Mobile BSC Jakarta 77-38 kemarin, Aspac menurunkan banyak sekali pemain pelapis.

Point guard utama Mario Gerungan dan center inti M. Isman Thoyib sama sekali tidak bermain. Bahkan Thoyib sudah dua kali sama sekali tidak turun. Sebelumnya, pemain bertinggi 201 cm itu juga absen saat Aspac mengandaskan Pacific Caesar Surabaya (1/4).

Justru tiga pemain muda pelapis Aspac yang mendapatkan banyak minute play. Mereka adalah forward Khalif Akbar (25 menit dan 50 detik) dan guard Raymond Shariputra (23 menit dan 38 detik). Forward Rizky Effendi juga bermain selama 22 menit 17 detik. Sementara shooting guard utama Xaverius Prawiro hanya bermain selama sepuluh menit.

"Kalau dalam kondisi seperti ini, memang saya ingin agar anak-anak tetap fit di championship series. Saya jaga agar nggak capek atau cedera," ucap pelatih Aspac Tjetjep Firmansyah kemarin.

Aspac memiliki banyak alternatif rotasi karena mereka memiliki skuad yang relative gemuk. Ada 15 pemain yang semuanya bisa diturunkan.

"Saya kira rotasi penting, agar pada momen-momen krusial mereka (pemain utama) dalam kondisi terbaik. Saya sendiri akan menjaga agar makanan dan jam tidur mereka tetap baik dan sesuai program," imbuh Manajer Aspac Irawan "Kim Hong" Haryono.

Pelatih Pelita Jaya Esia Jakarta Rastafari Horongbala juga melakukan hal serupa. Saat mengalahkan Pacific Caesar Surabaya 70-43 kemarin, Fari juga banyak menurunkan pemain muda. Point guard utama Kelly Purwanto yang merasakan ada sedikit masalah pada pinggangnya sama sekali tidak dimainkan. Dimas Aryo Dewanto yang sebetulnya sudah fit juga disimpan.

Justru pemain-pemain seperti rookie Yudo Pati Amiraz, Vavories Palopo, dan Juliano Gandhi, turun dengan minute play panjang. Hal yang sangat jarang terlihat sebelumnya.

Memang dua shooting guard inti Andy Batam Poedjakesuma dan Ary Chandra bermain lebih dari 19 dan 21 menit. Namun tetap saja, jumlah minute play tersebut kalah jauh dibandingkan rata-rata mereka sebelumya. 

"Soal Kelly dan Dimas, saya tidak ingin ambil risiko. Intinya saya melakukan rotasi untuk mencegah cedera. Sebab kalau melihat dari posisi, kami memang tidak akan keluar dari posisi lima besar. Jadi memang agak tidak terbebani," ucap pelatih timnas Indonesia di SEA Games 2011 itu.

Dia menambahkan, pada seri ini, fokus utama PJ adalah membenahi defense dan seminimal mungkin meminimalisir turnover.  Ini agar target menjadi juara musim ini terealisasi. (nur/ru/ang)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar