Microsoft dan Yahoo Akhirnya Bergabung

Microsoft dan Yahoo Akhirnya Bergabung
HEADLINE - Sebuah 'banner' berita berbentuk resleting di Times Square, New York, turut menampilkan 'headline' soal kesepakatan kerjasama Microsoft dan Yahoo tersebut, Rabu (29/7) waktu setempat. Foto: AP Photo/Richard Drew.
SAN FRANCISCO - Akhirnya, Microsoft berhasil juga membujuk Yahoo untuk menyerahkan kontrol atas mesin pencarinya, sekaligus untuk bergabung dengan mereka dalam 'perang' melawan Google - terutama terkait dominasi dalam hal iklan online. Demikian antara lain kabar terbaru dari kedua perusahaan raksasa teknologi internet itu, sebagaimana diberitakan AP, Kamis (30/7) pagi.

Kesepakatan kerjasama selama 10 tahun itu diumumkan Rabu (29/7) waktu setempat, yang sekaligus dipandang sebagai kesempatan bagi Microsoft untuk memaksimalkan teknologi mesin pencari mereka yang baru saja di-upgrade, Bing, demi menyaingi Google. Microsoft juga berharap, lewat partnership bersama Yahoo ini, mereka bisa menarik (sebagian) keuntungan Google yang berpenghasilan lebih dari 20 miliar dolar AS per tahun dari iklan.

Mendapatkan akses ke pengguna Yahoo, seperti diperkirakan lembaga riset ComScore Inc, otomatis akan menaikkan persentase pengguna Bing di AS hingga tiga kali lipat lebih, atau sekitar 28 persen dari total pengguna. Meski begitu, tetap saja untuk sekarang, angka itu masih jauh dari 'kekuasaan' Google yang memegang sekitar 65 persen pengguna mesin pencari di AS.

Kendati demikian, baik pihak Microsoft maupun Yahoo yakin, bahwa dengan kerjasama ini mereka kini akan dapat lebih fokus dalam memaksimalkan kekuatan masing-masing. Dengan menyerahkan tanggung jawab teknologi mesin pencari kepada Microsoft, Yahoo akan berkonsentrasi pada penjualan iklan online model billboard-nya, sembari mencari jalan meningkatkan traffic ke website mereka yang sejauh ini telah dikunjungi 570 juta orang lebih per bulan dari seluruh dunia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News