Bank Century Lagi Hidup Mati

Oleh Dahlan Iskan

Bank Century Lagi Hidup Mati
Dahlan Iskan. Ilustrasi: Jawa Pos

jpnn.com - Kasus Bank Century hidup lagi. Mati lagi. Di luar negeri. Lebih tepatnya akan hidup-mati terus.

Yang menghidupkan dan mematikannya itu media dari Hong Kong: Asia Sentinel. Media online. Tapi dikenal sangat serius. Reputasinya tinggi. Independen. Profesional.

Tapi kali ini agak aneh. Tanggal 12 September lalu media itu membuat heboh. Di Indonesia.

Partai Demokrat merasa dirugikan. Akan mensomasinya. Sebelum somasi dilayangkan berita tanggal 12 September itu tidak ada lagi.

Berarti hanya tiga hari berita itu mejeng di Asia Sentinel. Tanpa pemberitahuan: mengapa berita itu dicabut. Juga tidak ada permintaan maaf.

Orang media bisa bingung. Apa yang terjadi. Kalau pencabutan itu karena Asia Sentinel merasa bersalah harusnya minta maaf.

Kalau tidak minta maaf mestinya tidak merasa bersalah. Itulah uniknya media online. Yang tidak akan terjadi pada media cetak.

Di media cetak sebuah berita abadi adanya. Termasuk berita salah. Tidak bisa dicabut. Tidak mungkin. Sudah terlanjur dicetak. Terlanjur beredar.

Pemimpin redaksi Asia Sentinel John Berthelsen adalah wartawan kelas berat. Sangat idealis. Pernah bekerja untuk koran terkemuka Asian Wall Street Journal.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News