Sabtu, 22 Juli 2017 – 09:42 WIB

Dorong Masyakarat Tertib Administrasi, Bhayangkari Buka Posko di Rusun Marunda

Kamis, 29 September 2016 – 23:19 WIB
Dorong Masyakarat Tertib Administrasi, Bhayangkari Buka Posko di Rusun Marunda - JPNN.COM

Kapolri Jend Tito Karnavian di acara Bhayangkari, Rusung Marunda, Jakarta Utara, Kamis (29/9). Foto: Humas Mabes Polri

SHARES

JAKARTA - Bhayangkari menggelar bakti sosial (baksos) dengan memberikan pelayanan gratis bagi masyarakat dalam membuat e-KTP, SIM, dan akta kelahiran. Baksos ini dilakukan di Rumah Susun Warga (Rusunawa) Marunda, ‎Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (29/9).

‎Menurut Ketua Umum Bhayangkari Tri Suswati Karnavian, ‎kegiatan digelar untuk mendorong masyarakat betapa pentingnya pengurusan dokumen yang menjadi identitas diri. Dengan memberikan pelayanan gratis, diharapkan masyarakat tergerak untuk membuat e-KTP, SIM, dan akta kelahiran.

"Ini adalah kegiatan dari Hari Kerja Gerakan Bhayangkari yang ke-64. Kita ada program untuk masyarakat di mana kita laksanakan pembuatan e-KTP, akte kelahiran dan perpanjangan SIM gratis," kata dia dalam sambutannya di lokasi.

Istri Kapolri Jenderal Tito Karnavian ini menerangkan, sejauh ini sudah 1.200 warga yang ikut dalam program gratis ini. Bahkan, 1.000 orang warga yang mayoritas umur dewasa, ternyata banyak yang belum mem‎iliki akta kelahiran.

"Kami juga menggelar kegiatan ini serentak di seluruh Indonesia. Potensi kami sama seperti suami yaitu siap sedia membantu masyarakat. Kami punya  kewajiban untuk menjadi bermanfaat kepada masyarakat‎," jelas Tri.‎

Dia juga menambahkan, sebelum menggelar kegiatan bakti sosial ini, pada beberapa waktu lalu mereka menyambangi Kabupaten Garut dan memberikan bantuan kepada korban bencana alam di sana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta, Edison Sianturi menerangkan bahwa kegiatan ini sangat mendukung prograg pemerintahan.‎ Sebab, tingkat partisipasi warga DKI untuk pembuatan akta kelahiran dan E-KTP masih perlu ditingkatkan lagi. 

Pihaknya mencatat, partisipasi pembuatan akta kelahiran masih terdata 84 persen. "Tapi dengan adanya kegiatan ini, bertambah satu persen menjadi 85 persen," jelasnya.

loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini