GIIAS 2018

Tarif SPG Cantik di GIIAS 2018 Naik

Tarif SPG Cantik di GIIAS 2018 Naik
SPG cantik Lexus di GIIAS 2018. (Foto: Dedi/JPNN)

jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Ajang Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) selalu memikat hati masyarakat untuk mengunjunginya. Apalagi, pameran otomotif tahunan ini tak pernah lepas dari kehadiran wanita-wanita berparas cantik sebagai magnet di setiap booth agen pemegang merek (APM).

Wanita-wanita cantik tersebut tiada lain bertugas sebagai sales promotion girl dari produk otomotif yang dipamerkan. Sebagian memang cukup menguasai produk yang ia bawa, namun ada sebagian lain hanya sekadar pemanis booth atau menjadi subjek foto para pengunjung.

Lantas, kami penasaran berapa tarif yang mereka terima selama menjadi SPG produk otomotif di GIIAS 2018 dan ternyata tidak semuanya sama.

Tarif SPG Cantik di GIIAS 2018 Naik
SPG di GIIAS 2018 (Foto: Dedi/JPNN)

Misalnya, salah satu SPG produsen mobil mewah asal Jepang yang enggan mau disebutkan namanya itu mengatakan, dalam setiap pergantian waktu per hari mendapatkan upah Rp 2 juta.

"Per-hari itu saya jaga hanya 6 jam saja dan mendapatkan upah sekitar Rp 2 juta," tutur wanita berusia 21 tahun itu.

Sementara SPG Wuling, Temmida hanya mendapat upah di bawah Rp 1 juta dalam setiap pergantian waktunya. Wanita lulusan Inter Studi 2014 itu mengaku hanya iseng-iseng saja menjadi SPG lantaran dia tidak bekerja.

Tarif SPG Cantik di GIIAS 2018 Naik
SPG di GIIAS 2018 (Foto: Dedi/JPNN)

"Saya sudah resign, udah gitu ada tawaran untuk jadi SPG di GIIAS 2018 yaudah saya ambil saja. Udah gitu bayaranya lumayan. Walaupun di bawah Rp 1 juta," ujar wanita yang akrab disapa Mida itu.

Kemudian SPG di booth Suzuki, Arya senada dengan Mida yang hanya cuma iseng-iseng saja menjadi SPG karena bayarannya menarik. Arya mengaku mendapatkan upah Rp 1,1 juta untuk setiap pergantian waktu.

"Bayarnya naik 200-300 ribu. Makanya saya mau ikut lagi sekarang yang lumayan banget Rp 1,1 juta. Tahun kemarin itu cuma Rp 800 ribu kalau segitu lagi saya kemungkinan tidak mau," kata wanita yang pernah bekerja di media startup di kawasan Jakarta.

GIIAS tahun ini tetap tidak lepas dari dukungan wanita-wanita cantik di setiap booth peserta, hampir semuanya menggoda mata. Lantas apa yang membuatnya berbeda.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News