Kamis, 23 Februari 2012  
   
NASIONAL - HUMANIORA
Jum'at, 28 Oktober 2011 , 00:51:00

JAKARTA - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Abdul Gafar Patappe menyebutkan, data tenaga honorer dari daerah yang diusulkan ke pusat untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sebagian besar dimanipulasi. Mayoritas honorer yang diusulkan justru merupakan honorer baru, yang angka tahun pengangkatannya diundurkan di bawah 2005.

Sementara, honorer yang benar-benar bersih, kerja sudah lama jauh sebelum 2005, oleh daerah malah tidak diusulkan. Gafar memperkirakan, hanya sekitar 20 persen tenaga honorer yang murni memenuhi persyaratan, yang diajukan daerah ke pusat.

"Yang 80 persen honorer baru yang datanya dimanipulasi. Mereka itu diangkat jadi honorer oleh kepala daerah karena dulunya menjadi tim suksesnya saat pilkada. Balas jasa. Juga dari keluarganya," ujar  Abdul Gafar Patappe kepada JPNN di Jakarta, kemarin (27/10).

Dengan alasan itu, Gafar menyatakan setuju dengan pernyataan Wakil Menpan-RB Bidang Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo, yang melakukan penundaan pengangkatan 67 ribu tenaga honorer kategori I, yang semula direncanakan Oktober 2011.

Gafar mengatakan, penundaan ini untuk memberikan waktu bagi pemerintah untuk memberikan waktu dilakukannya verifikasi mendalam terhadap data honorer yang disodorkan daerah. "Karena kalau tidak diverfikasi ulang, kasihan tenaga honorer yang lama, yang sudah lama mengabdi, yang benar-benar memenuhi persyaratan. Saya menerima banyak keluhan, honorer lama malah tidak diusulkan. Ini sudah kami sampaikan ke menpan," ujar Gafar.

Gafar berharap, para tenaga honorer jangan marah kepala pusat terkait penundaan pengangkatan jadi CPNS ini. "Daerah yang salah, yang mengajukan data-data manipulatif," ujarnya. Dengan penundaan, lanjutnya, justru nantinya akan ada pengangkatan yang lebih adil, dimana yang benar-benar memenuhi syarat yang bisa diangkat jadi CPNS.

Dia juga menawarkan model verifikasi yang sederhana, tapi bisa mendapatkan akurasi. Tim dari pusat datang ke daerah. Lantas, para tenaga honorer yang namanya disetorkan ke pusat, dikumpulkan dalam satu ruangan. Di situ tim cukup bertanya, siapa yang sudah kerja sebelum 2005, agar angkat tangan. "Nah, jika ada honorer baru ikut angkat tangan, pasti honorer yang sudah lama kerja akan protes, karena antar mereka saling kenal," kata Gafar.

Terkait alasan penundaan yang berkaitan dengan beban keuangan negara, Gafar mengatakan, pemerintah sendiri yang tahu bagaimana beban keuangan negara. Komisi II DPR, katanya, lebih menekankan agar data honorer valid.

Tanggapan berbeda dari Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDIP, Ganjar Pranowo. Dia mengaku kecewa dengan pernyataan Eko Prasojo. Alasannya, sudah ada kesepakatan DPR dengan pemerintah agar honorer diangkat jadi CPNS, yang tinggal menunggu pengesahan PP pengangkatannya saja.

"Masalah honorer itu rawan karena menyangkut nasib puluhan ribu orang. Perlu dicatat, pembahasan honorer di DPR kan sudah selesai. Tinggal tunggu RPP-nya disahkan," kata Ganjar.

Seperti diberitakan, pada Rabu (26/10), Eko Prasojo mengatakan, pengangkatan honorer jadi CPNS yang sebelumnya dijanjikan Oktober, dibatalkan. Eko menjelaskan, kebijakan moratorium penerimaan CPNS, juga berlaku untuk tenaga honorer.

Dua alasan disampaikan, yakni pertama, terkait dengan penataan kepegawaian. Menurutnya, menjadi percuma saja jika dilakukan penataan kepegawaian, jika pada saat yang bersamaan diangkat puluhan ribu honorer jadi CPNS.

"Capek juga kalau kita perbaiki di dalam, tapi masuk (CPNS dari honorer, red) dengan kualifikasi yang tak baik," kata Eko, wamen yang baru dilantik bersamaan dengan menteri-menteri baru hasil reshuffle itu.

Alasan kedua, terkait dengan kemampuan keuangan negara.  Pengangkatan puluhan ribu tenaga honorer berkonsekuensi pada pemberian gaji dan tunjangan yang jumlahnya tidak sedikit. "Ini terkait dengan kemampuan keuangan negara untuk membayar gaji dan tunjangan lainnya," kata Eko. (sam/jpnn)

RELATED NEWS


Komentar (119)

Nama :
Email :
Komentar :
  1. 11.02.2012,
    11:10
    abd. rahman
    saat ini banyak sekali tenaga honorer siluman. namanya ada didaftar hadir sementara orangnya tidak ada. pantaskah orang-orang sprti itu jd PNS?
  2. 04.01.2012,
    06:44
    indonesia bersih
    saya dukung wakil menteri PAN Bapak Eko. Tolong jangan angkat Honorer yang syarat praktek kenalan/nepotisme. Kalau mau negara ini bersih dan maju maka JANGAN ANGKAT HONORER. Ikut sertakan saja HONORER di TES CPNS jalur umum, biar bersaing sehat dengan pelamar umum.
  3. 31.12.2011,
    20:30
    indonesia bersih
    Kpd pemerintah. Kalau memang mau memberantas praktek nepotisme, JANGAN ANGKAT TENAGA HONORER.
  4. 11.11.2011,
    20:22
    eddie
    lho? bukannya 90%? kan republik kkn..
  5. 01.11.2011,
    12:43
    darso
    Kepada pemerintah tolong yang 80% honorer curang/manipulasi data agar dieliminasi/dicoret dari database K-1 dan K-2.
  6. 31.10.2011,
    12:05
    abdi negara
    penguasa... penguasa... berilah hamba reword... hargai jerih payah dan keringat kami.mentri yg lama dan yg baru kok g nyambung,SBY tau pa g?.....
  7. 30.10.2011,
    12:22
    asep
    Pak abdul dari komisi II DPR kaya yang bersih saja , tenggoklah kebelakang gimana bapak jadi orang ,Pemerintah dan DPR sudah sepakat.
  8. 30.10.2011,
    09:06
    semuanya titipan pejabat
    kalau data honorer masuk ke bkd pastilah di tanda tangani pejabat lalu pejabat tersebut menitipkan ke pejabat bkn !pertanyaan saya apa tidak bisa ngomong lain apa ya ngomongnya tidak mikir akibat yang di ucapkan,asal nyeplos aja
  9. 30.10.2011,
    01:52
    honorer melas
    HONORER DIANGKAT NUNGGU PILPRES YA?? MENDING JADI HONORER ABADI PAK, DARI PADA MILIH PRESIDEN KONYOLMU...UNTUNG SBY DAH MAU TAMAT...
  10. 30.10.2011,
    00:12
    afif
    Pemerintah harus benar2 hati2 dan cermat jangan sampai tenaga honorer yang baru masuk 2005 jangan sampai diangkat sebab sangat rawan/iri bagi tenaga2 yang sudah lama mengabdi.kalau pemerintah sembrono chaos siap menghadang
  11. 29.10.2011,
    22:54
    coro udut
    tunggu aja thn 2013.law ggal maning ya tnggu lg thn briktny, thn brktny gagal maning, ganti pejabatnya yg gagal ginjal!
  12. 29.10.2011,
    14:56
    TUKANG DEMO
    Wis ta lah..ayo Demo aja. Orang Parta banyak yang tuli. Sekarang atau tidak sama sekali...pikirkan itu...
  13. 29.10.2011,
    11:04
    gpl
    tlng segera diumumkan hasil verifiksinya, dilingkungan aq ada honorer tmt 01 okt 2005 kok masuk K1, kira-kira data itu sah apa nggak?
  14. 29.10.2011,
    09:34
    pandangan gemini
    iya, yang jadi pertanyaan???
    Kapankah PPnya keluar...
    Ya gini lah pak...
    Orang yang diem bisa berontak karna masa depan bs hancur gara2 statmen yg yang kurang profesional..
  15. 29.10.2011,
    09:30
    firdaus
    utk GAFAR
  16. 29.10.2011,
    09:21
    by
    gafar...itu dpr dari parta mana sih...,omongannya agak2 sinting gitu,,,gak berbudi,,toll.
    bukannya,membe la rakyat tapi malah menambah masalah..
  17. 29.10.2011,
    09:21
    by
    gafar...itu dpr dari parta mana sih...,omongannya agak2 sinting gitu,,,gak berbudi,,toll.
    bukannya,membe la rakyat tapi malah menambah masalah..
  18. 29.10.2011,
    08:34
    endah
    makanya segera umumkan hasil verifikasi k1 biar cpt tau mana yang benar dan tidak. qt yang benar2 slalu jadi korban
  19. 29.10.2011,
    08:19
    gafar idot
    DASAR GAFAR BEGO,, TOLOL,,, MODEL VERIFIKASI APAAN TUH BEGITU,,, SURUH ANGKAT TANGAN,,, TOLOL,,, MANA BISA PAKE CARA GITU,,, BEGOOOOOOOOOOOOOOOOO
  20. 29.10.2011,
    08:00
    Adhy
    Jgn seenaknya begitu pak Wakmen...uang negara masih banyak ko'..lagian buat honorer tdk seberapa..dan tdk akan mengurangi jatah pejabat negara..
  21. 29.10.2011,
    07:57
    Honorer Abadi
    Hidup honorer abadiiiii! mencla mencle ora jelas kutu kupretttt koyo kampret
  22. 29.10.2011,
    06:19
    el afif
    ayo kita demo besar besaran. ..dasar rintihan rakyat kecil nggak tau di rungokno karek teken nae mbuleti setengah mati kakean alasan DPR re yo menengae....rugi lek nyoblos mbiennnnnn¡¡¡¡¡¡¡¡
  23. 29.10.2011,
    05:33
    agus
    bwt yg memanipulasi data, mengakulah...tar klo diangkat gajinya ga berkah loh.. palagi km basik pendidikan nya ga sesuai dgn formasi pengangkatn
  24. 28.10.2011,
    22:17
    uyip
    mbok ya dpr ngomong jangan asbun, 80% data dari mana? jangan nyusahin wong cilik lah, klo memang benar data itu, yg di sangsi tim verifikasi lah.
  25. 28.10.2011,
    22:09
    ADITYA
    YA BAGUS LAH BERARTI KAN SAINGAN PARA PEJABAT BERKURANG...YANG PUNYA SAUDARA PEJABAT YANG AKAN MENERUSKAN GENERASI KEPEMERINTAHAN,,,ORANG2 KECIL YANG UDAH SUSAH PAYAH YA INILAH NASIB KITASEMOGA KITA SEMUA MASUK SURGA DAN GA KETEMU DG PEJABAT2 YANG SERAKAH DAN EGOIS...BAGI YANG TIDAK SERAKAH DAN EGOIS JANGA MERASA YA.....
  26. 28.10.2011,
    21:45
    honorer 2004
    selama bertahun2 kok beritanya maju mundur aja nasib honorer sih pak.......coba bapak2 bayangkan kami rela meninggalkan anak kami yg masih kecil2 demi memenuhi tuntutan pakerjaan sebagai honorer dg harapan untuk segera diangkat,,,meskipun imbalan kami buat naik angkot aja ga cukup dan itu sudah hampir puluhan tahun...sampai kapan nasib kami menggantung begini????????????????????????
  27. 28.10.2011,
    21:33
    WENRI
    JADI VERIFIKASI YANG DI LAKUKAN OLEH BKN PUSAT DAN DAERAH SERTA BPKP PADA WAKTU YANG LALU ADALAH SALAH, KALO GITU HANYA NGABISIN ANGGARAN AJA.
  28. 28.10.2011,
    20:56
    Sumar
    Wah, wah, wah, wah, seng sugih tambah sugih. kapan nasib awak iki.....kok beciiiik
  29. 28.10.2011,
    20:17
    lina
    yah, jadi yang punya DUIT paling duluan, gak punya DUIT seumur hidup jadi honerer abadi
  30. 28.10.2011,
    20:16
    lina
    yah, jadi yang punya DUIT paling duluan, gak punya DUIT seumur hidup jadi honerer abadi
  31. 28.10.2011,
    19:38
    ingat mati ingat sakit
    Ga ADIL. ingat Bapa-bapa.Ibu-ibu ingat mati ingat sakit. emang ga diperhtiungkan nanti diakhirat atas perbuatan kecurangan mu. masih adakah hati nurani mu
  32. 28.10.2011,
    19:02
    faces
    Yang terpenting adalah (1) Pengabdian (2) Kualitas keilmuan dan berprestasi dibidangnya (3)Mau bekerja keras (4) Sumbang bangsa ini dengan ilmu
  33. 28.10.2011,
    18:11
    Awaludin
    Himbawan kami khusus masyarakat bangkep yg tlh terombang ambing dgn kebijakan pemerintah yg ambu radul,dan bisa di katakan kebohongan publik,dan wakil rakyat ya dari demokrat itu jgn terlalu bnyk ngomng,besar perutmu dari uang rakyat,dan ingat demokrat itu bnyk kasus korupsi,malu deh demokrat yg bnyk cacat hukum,wakil menpan tu harus belajar birokrasi dulu y,serta aturan main,kok dia mau cansel penentu kebijakan yakni legislatif.bodohnya tdk dua,malu deh angkat org yg kayak gitu.
  34. 28.10.2011,
    18:10
    Ramdan
    Pa tolong kami ini sudah lama mengabdi, nasib kami jangan diputusin begitu saja. Kalau memang banmyak titipan cari cara dong untuk memveripikasinya. Ayo teman rapatkan barisan!!!
  35. 28.10.2011,
    17:54
    Awaludin
    Babh wakil menpan itu,nga tau aturan,masa uda selesai pembahasan di berani kekuarkan keputusan sendiri.lucuh lagi,emangnya dia sebgai penentu kebijakan,sekiranya bpk jgn kaku dgn aturan,yg menyesahkan anggaran kan legislatif bukan anda.hati2 y tentang pernyataan bpk,yg bikin resah ribuan masyarakat.kt dari masyarakat bangkep,minta penarikan kembali trhdp pernyataan bpk.
  36. 28.10.2011,
    17:29
    amin
    statemen orang pintar tapi bodoh.
    honorer itu kalangan jelata.
    klo kelurga pejabat,mana mau jdi honorer, tinggal nyogok jadi PNS..,naif sekali orang baru itu, prof.muda tapi goblokk
  37. 28.10.2011,
    17:04
    Retorika
    pejabat sekarang tidak mau nitip nitip keluarganya jadi honorer(sengsara) wong cpns dari
    umum bisa buat apa jadi honorer.jadi honorer apa enak
  38. 28.10.2011,
    16:54
    HONORER ASLI
    AKU HARAMKAN KELUARGAKU MEMILIH DEMOKRAT HANCURLAH KOU PARTAI IBLIS
  39. 28.10.2011,
    15:50
    Meel
    Wamen atau Gafar, anda gak usah ngomong lah, ini kan udah verifikasi validasi,K1 67 ribu OK. K2 dites. Jadi tinggal finishing.
  40. 28.10.2011,
    15:06
    boss k
    alasan yg dibuat2, artinya verifikasi kmrn2 org2nya ga becus ya, kok samapai 80% yg bodong SK nya... kl da yg ga sesuaikan bs dibatalkan.
  41. 28.10.2011,
    14:57
    sedih
    kau eko emang kau yang kerja bilang capek merobah data kami yg honor sudah belasan tahun apa dak capek menunggu kepastian kau sudah kenyang makan uang korupsi ya to
  42. 28.10.2011,
    14:40
    umar bakri
    put your hands up! gual geol gutak gitek 3x
  43. 28.10.2011,
    14:36
    ngeness
    sama2komisi II aja dah kontra,,gmna tuch?!emang waktu ksepakatan antara DPR Pemerintah,kowe pora melu rapat to far
    ..gofar!!sibuk gendakan ae!?
  44. 28.10.2011,
    14:15
    idris
    80% honorer ternyata hasil manipulasi data. bener2 kotor dan tidak etis. tidak layak dan pantas untuk menjadi calon 'abdi negara dan masyarakat'.
  45. 28.10.2011,
    13:33
    ayu
    Pengangkatan puluhan ribu tenaga honorer berkonsekuensi pada pemberian gaji dan tunjangan yang jumlahnya tidak sedikit. 'Ini terkait dengan kemampuan keuangan negara untuk membayar gaji dan tunjangan lainnya,' kata Eko. iyalah dananya buat isi tembolok egkau...Eko..Eko..kacang lupa kulit..ingatlah kampungmu..
  46. 28.10.2011,
    12:59
    wieprie
    Klau 80% orang parta demokrat koruptor rakyat bisa percaya'. Dah ada bukti si nazar Cs, mgkn jg century mkny gk kelar 2x nih kasus
  47. 28.10.2011,
    12:43
    NANANG EMPAT ROHMAT
    Apa yang dikatakan Pak Abdul Gafar itu sudah terjadi sejak pengangkatan honorer 2006, karena kalau mau verifikasi harusnya mulai database 2006, yg 67 ribu sekarang ini justru yang benar-benar honorer, karena tidak KKN dengan pejabat, maka mereka di tinggal/ditelantaskan
  48. 28.10.2011,
    12:32
    Anak Bangsa
    Jangan lah melihat bumi pertiwi ini menangis Bapak Eko Yang terhormat bagaimana perjuangan nasib honorer sangatlah memprihatinkan jadi manusia harus bijak dalam bicara dan berwawasan supaya dihargai rakyatnya, bagaimana mau dihargai rakyat kalau pemimpinnya berkelakuan seperti bunglon, coba mengerti rakyat kecil...jangan asal bicara pak ingat akherat menunngu mu disana Ternyata cuma Janjinya allah yang bisa di pegang bukan janjinya SBY......ha...ha...haa maklum honorer yang sudah sangant stress menunggu janji Menpan yang gak jelas..
  49. 28.10.2011,
    12:22
    Rakyat bicara
    Negara ini udah mau hancur rupanya karena dikuasai oleh orang2 bejat, seperti wamen eko dan gaffar dari demokrat, omonganya seperti bungklon, pantas disamakan dengan binatang................
  50. 28.10.2011,
    11:59
    paejho
    tim turun ke lapangan u/ cek honorer yg d usulkan benar ada atau abunawas,, jgn sampai kita yg benar2 kerja tdak di akomodir tp di tikam dr belakang oleh honor siluman atau titpan pjabat,,, slm sejahtera bagi honorer se indonesia maju trus u/ brkarya
  51. 28.10.2011,
    11:43
    M .F. ONIBALA
    Memang benar honorer daerah titipan pejabat apalagi disemua daerah di Sulut
  52. 28.10.2011,
    11:07
    cemet
    coba si wamenpan n abdul gafar jd rakyat kecil pasti tdk akan asal ngomong, km tdk pernah kenal pejabat jd, kalian akan sengsara di akherat nanti
  53. 28.10.2011,
    11:03
    Rije gemini
    Hei Gafar anjiiiiiing, kauuuuu lihatlah di daerah kami, ada apa ndak seperti yg kau omongkan itu, jangan asal menggonggong aja kauuu anjng, nih kawan 2 bukti demokrat, tak berpihak ke kita, skali lagi jangan mau pilih org 2 demokrat utk apa aja, haramkan, dan mari kita ganyang Istana , kita ambil amanat yg kita titipkan ke demokrat itu, hayooooo
  54. 28.10.2011,
    10:59
    el afif
    di mana anggota DPR komisi dua selain pak ganjar yang mau membela honorer dasar....
  55. 28.10.2011,
    10:57
    pie
    dasar bueset antra oknum DPRD dan Wamen sama blonnya.Mereka tak tau nasib tenaga honorer.Pak SBY jangan angkat Wamen kayak Eko.
  56. 28.10.2011,
    10:57
    pie
    dasar bueset antra oknum DPRD dan Wamen sama blonnya.Mereka tak tau nasib tenaga honorer.Pak SBY jangan angkat Wamen kayak Eko.
  57. 28.10.2011,
    10:57
    pie
    dasar bueset antra oknum DPRD dan Wamen sama blonnya.Mereka tak tau nasib tenaga honorer.Pak SBY jangan angkat Wamen kayak Eko.
  58. 28.10.2011,
    10:57
    pie
    dasar bueset antra oknum DPRD dan Wamen sama blonnya.Mereka tak tau nasib tenaga honorer.Pak SBY jangan angkat Wamen kayak Eko.
  59. 28.10.2011,
    10:57
    pie
    dasar bueset antra oknum DPRD dan Wamen sama blonnya.Mereka tak tau nasib tenaga honorer.Pak SBY jangan angkat Wamen kayak Eko.
  60. 28.10.2011,
    10:57
    pie
    dasar bueset antra oknum DPRD dan Wamen sama blonnya.Mereka tak tau nasib tenaga honorer.Pak SBY jangan angkat Wamen kayak Eko.
  61. 28.10.2011,
    10:38
    eko
    dulu saat kampanye sebelum pilpres kita diiming-imingi diangkat kalau jadi lagi. saat ini sudah benar-2 milih malah ingkar janji
  62. 28.10.2011,
    10:37
    ipung
    Katanya wakil rakyat,Tapi pikirane koq NDESO,,,,,
    Analisis aja per satker, ga usah akeh' NGOMONG,,,,,,
  63. 28.10.2011,
    10:34
    darmawan
    Ternyata data 67 Ribu honorer kategori I banyak yang fiktif/dimanipulasi...Berarti kalau 20% x 67 Ribu = 13 Ribu sj honorer yang benar/layak...
  64. 28.10.2011,
    10:10
    tikno
    kapan anggota DPR mau memperjuangkan tnga hr,saya honor sdh 22 thn smpai skrng belum diangkat,dan sdh ikut validasi.
  65. 28.10.2011,
    10:10
    hik
    pusing aku . . . k1/k2 apa akan ada demo besar-besaran wah ...boleh2... dech...asal jangan demo crazy ya...
  66. 28.10.2011,
    10:01
    Wolfgang
    1. Hai Gafar buktikan omonganmu!! 80% benarkah!? jgn asal komentar!
    2. Edi Prasojo, DPR dan pmerintah dah sepakat angkat honorer! jgn asal komen!
  67. 28.10.2011,
    09:57
    Rezim Penipu
    di negara kita ini, tak ada yg bisa dipercaya omongannya, bahkan pejabat setingkat menteri pun sengaja mengingkari kesepakatan yg udah di buat.
  68. 28.10.2011,
    09:54
    Eko Prasojo
    jangan' si Gapar mau manifulasi data agar putra putrinya bisa masuk dalam kategori Honorer. itu Cuma taktik si gapar. mudah'an kau dapat ganjaran
  69. 28.10.2011,
    09:49
    Wilcox
    yeuh...akang teh dipilih ku rahayat...naha....ngobrol kitu...eling ah...bilih...cilaka...
  70. 28.10.2011,
    09:45
    http://weblogsekolah.wordpress.com
    silahkan saja cek ke masing2 daerah, untuk membuktikan kebenaran data tersebut,tapi hal itu jangan di jadikan alasan untuk mengulur ngulur waktu saja..

    http://weblogsekolah.w ordpress.com
  71. 28.10.2011,
    09:43
    Aji Pamungkas
    kalo kualifikasi semua honorer 'Prof DR' seperti Eko Prasojo, mungkin bukan EKO P yg jadi wakil mentri tp salah satu dari HONORER.
  72. 28.10.2011,
    09:40
    Honorer kelaparan
    Ya sudah,jgn percaya lagi dengan demokrat. pemerintah yang penuh dengan kebohongan. Kabinet baru yg diangkat malah membuat resah warga.
  73. 28.10.2011,
    09:37
    prihatin
    yang pasti ini adalah politik SBY., dengan meresafel kabinetnya
  74. 28.10.2011,
    09:34
    Honorer Menggugat
    Honorer Kualifikasi tdk baik??????? SAYA HONORER, DI KANTOR SAYA MASALAH IT SAYA YANG HANDLE TAPI YANG DAPAT NAMA PNS, SAYA HANYA BUAT TUTUP
  75. 28.10.2011,
    09:32
    Honorer Menggugat
    Pertanyaannya skrg,kapan mau validasi lagi??? 2014 aja apa??
  76. 28.10.2011,
    09:28
    Mail
    Ooo, Pak Gafar mau nyaingin Pak Ganjar dan bela wamenpan. Kalau ngomong tu pakai Data,anda sudah punya data belum yang 80% itu?
  77. 28.10.2011,
    09:24
    julli
    pak presiden kasihan kami honorer yg sudah mengabdi kpd negara bertahun2, knp skrg peng.pns dibatalkan pak,yg putuskan pns itu mentri atau presdn
  78. 28.10.2011,
    09:21
    eK
    mau 80%, 75%, 100% yang terpenting jangan cuma omongan aja, tapi kapan di LAKSANAKAN!!! buat dengan jadwal yang pasti!!
  79. 28.10.2011,
    09:18
    k1 juga
    Pak kami ini sudah diverifikasi, kemarin yg gugur juga banyak, tolong jgn mempermainan nasib byk org/rakyat kecil
  80. 28.10.2011,
    09:16
    Mael
    Yang sangat disayangkan itu pernyataan yg mengatakan kualifikasi honorer tidak baik, generalisasi. Kalau manipulasi data, mungkin benar.
  81. 28.10.2011,
    09:10
    K 1
    Ayo rekan2 honorel se indonesia kita prjuangkan dan kita tuntut janji pmrintah yg munafik ini utk pngangkatan th ini,dan kpd sby jgn gr2 ulah wamen mu kamu dibenci ribuan rakyat..ayo brjuang kwan2ku,kalo perlu kita krahkan semuanya ke istana
  82. 28.10.2011,
    09:06
    anak bangsa
    Pak mentri yang terhormat saya termasuk Honorer K1 klw ngomong jgn asap pak mentri yg terhormat janganlah mempermainkan nasib rakyat indonesia ini kasihan mereka jadilah wakil rakyat yang cerdas jgn membohongi rakyat
  83. 28.10.2011,
    09:02
    Sastrowardoyo
    Lanjutkan.....!!!!!
    Semoga engkau cepat di terima disisi Tuhan.....
  84. 28.10.2011,
    08:58
    panjul
    eko p kau akan mendapatkan azapnya diwaktu mati para honorer harus tetap sabar
  85. 28.10.2011,
    08:55
    Waklan
    K1 K2 rapat barisan, kampanyekan kepada semua rakyat bahwa parta demokrat = partanya orang-orang munafik dan koruptor
  86. 28.10.2011,
    08:46
    ANGIN PASAT
    klo fitnah 80% situ (gafar) benar, coret aja nama honorer. angkat 20%nya, jangan2 cuma alasan aja.
  87. 28.10.2011,
    08:46
    ANGIN PASAT
    klo fitnah 80% situ (gafar) benar, coret aja nama honorer. angkat 20%nya, jangan2 cuma alasan aja.
  88. 28.10.2011,
    08:34
    EKO.GHOFAR EDAN
    MAAF.........SEMUA PEJABAT PEMERINTAHAN SBY MEMANG MUNAFIK PLIN PLAN TAK KOMIT BANCI UNTUK SEMUA RAKYAT INDONESIA JGN LAGI PERCAYA DENGAN PARTAI DEMOKRAT PARTAI BANCI.PEMERINTAHAN SEKARANG MEMANG DAH RAPUUUUUUUUUUUUUUHHHHH
  89. 28.10.2011,
    08:29
    siti
    AYO KITA BERSATU BENTUK KEKUATAN YANG BESAR........
  90. 28.10.2011,
    08:20
    huik
    betul . . . saudara... emang ada titipan ... tapi...sudahlah pusing...
  91. 28.10.2011,
    08:19
    tyas
    Pak Abdul Gafar n Pak Eko, kami sdh diverifikasi oleh BKN dan BPKP, jgn asal ngomong pak
  92. 28.10.2011,
    08:15
    ANGIN PUYUH
    Wah ada lg wakil rakyat (si Gafar Demokrat) omongannya ngaco jg. bilang 80% Honorer titipan pejabat?? ente sudah data belum??? jangan buat fitnah
  93. 28.10.2011,
    08:06
    asri
    Tolonglah pemerintah, saya sdh jadi honorer sejak th 2003, sgt menanti bulan oktober thn ini, saya bukan org yg dgn kualitas tidak baik
  94. 28.10.2011,
    08:06
    tuing
    kata yang tak patut di ucapkan 'Capek juga kalau kita perbaiki di dalam, tapi masuk (CPNS dari honorer, red) dengan kualifikasi yang tak baik,' kata Eko, wamen
  95. 28.10.2011,
    08:02
    Bejo
    capek dehhhhhh
  96. 28.10.2011,
    07:56
    aming
    pemerintah kita banci ya banci maunya setengah setengah jadi persoalan -persoalan korupsi sampai tenaga honorer tidak bisa selsai- selesai gimana
  97. 28.10.2011,
    07:54
    yati
    kami honorer tidak mau ada lagi kebohongan dan janji2, apasih maunya pejabat2 tuh, tak mengerti janji yag telah disepakti untuk mengangkat honore k1 oktober ini, jangan buat resah honorer seluruh indonesia ini, saya mendukung untuk menuntut janji pemerintah bersama-sama seluruh honorer indonesia datang kemenpan,,,,dimana janjimu
  98. 28.10.2011,
    07:54
    jouke
    ini kali ketiga saya tidak lolos .tetangga yang senin kamis masuk kerja eh sdh diangkat 2006. hebohnya lagi kami dari smp negeri 1 kulawi kab sig
  99. 28.10.2011,
    07:53
    Raden Paiman
    Baru jadi wakil menteri aja udah seenaknya kalau komentar... tenaga honorer byk jg yg lulusan sarjana berkualitas..emank Anda berkualitas!
  100. 28.10.2011,
    07:29
    rindy
    sembarangan klo ngomong kami honorer bekerja mulai tahun 2003 pak,mungkin waktu itu bapak masih jadi tukang bajaj.
  101. 28.10.2011,
    07:15
    Adjie
    Ya ya, pa sich moux pmrntah kta ni, pakh ni tpu mslihat mrka. Dah blg bgni dah blg bgtu, ktax mo diangkt tnaga hnorer k1/k2 thn ni, tpi kok mlah dbtalkn, ni brrti pmrintahan diindonesia ni tak bcus, mlah tu mrgikn dklngan msyrkat tnaga honorer dn mlah ddoakn olh smua phak tenaga honorer dlaknat seumur hdp krna sdah trtpu olh klian2 smua whai pjbat2 yg bdiman ???
  102. 28.10.2011,
    07:03
    GW BENCI EKO
    TEMAN2 HONORER K1
  103. 28.10.2011,
    06:58
    reri sandra
    Pak tolong perhatikan honorer Pak, jgn dijadikan permainan pak,....
  104. 28.10.2011,
    06:52
    siti mariah
    jangan permainkan honor dong pak kasihan mereka juga kerja seperti pegawaijuga kenapa sih harus dipersulit....menyusahkan ribuan orang...
  105. 28.10.2011,
    06:27
    asdqwe
    ngecap apa pula nih ... mao ngabisin anggaran di akhir tahun ? mulut hati dan pikiran kaga selaras gini dgn apa yg udah dijanjikan !!
  106. 28.10.2011,
    06:13
    Boby Armstrong Jonas
    Pak Menpan dan Wamenpan..brpikirlah jd org susah krn honorer tdk di bayar stiap bulan dan loyalitas kerja justru lebih baik dri PNS dan volume kerjaa lebih dri PNS,krn tenaga honorer brpikir yg waras ole krn janji pemerintah mau angkat tenaga honorer pd bulan oktober 2011..brpikirlah sperti seorg mausia yg sehat dan tdk plin-plan !?
  107. 28.10.2011,
    06:09
    aman
    kepada bpk abdul gapar p,kalau bpk ngomng ny kek gtu brarti sama ja bpk menilai dn blg tim veripikasi kemaren krja ny gk becus sama ja bpk menyalah kn mereka yg sudah turun ke daerah dg anggaran yg besar,..atau barang kali bpk tk tau lg mau menggunakn dana APBN sehingga bpk mengeluarkn statment spt itu biar da anggaran lg untk krja bru...kami selalu siap jika untk brtemu langsung dlm satu ruangan krn kami memang bekerja... From mobile
  108. 28.10.2011,
    06:08
    Paket EKO
    Men-zholimi 67rb orang, Surgapun enggan menampakkan wujudnya untuk si EKO, kasihan..,bahkan pemberian maaf pun tidak mungkin keluar dr hati
  109. 28.10.2011,
    06:03
    Boby Armstrong Jonas
    Pemerintah coba utk tdk melakukan spekulasi dlm pengangkatan honorer kategori I krn ini merupakan nasib dan masa depan para tenaga honorer..akan trjd kecemburuan sosial dan fatalx sasaran BKD-BKD yg ada di daerah..Janji menpan yg lama pd bulan oktober truss duduk lg org bru di tunda lg dan truss bisa2 para honorer manusia dan psti marah lah...blm pernah rasa hidup susah ya para pejabat !??????????
  110. 28.10.2011,
    05:54
    Anan
    Pemerintah tidak konsisten terhadap janjinya, ini jelas merupakan dampak resufl oleh presiden, atau mungkin pemerintah jadikan ini semua sebagai alat pd pilpres mendatang. PEMERINTAH ENJEL (Enda Jelas). Pemerintah telah membuat 153.310 juta masyarakat kecewa berat. tadinya nilai rapor 30 % merah justru berkurang jadi 20%nan.... lebe bae barenti saja.
  111. 28.10.2011,
    05:36
    cah pule
    pak..wamen kao buat sensasi ya...biar di knal kalayak ramai..
  112. 28.10.2011,
    04:39
    el afif
    mau di vervikasi di verivikasi lagi...kalau mau menghabiskan uang negara secara resmi emanv gitu caranya...dasar anggota dewan nggak berpihak pada rakyat..apa gunanya tim yang kemaren turun ke daerah..ingat jangan mempemainkan nasib ribuan orang
  113. 28.10.2011,
    04:38
    sabar
    honorer slalu dipermainkan sby dan demokrat slalu janji tp tdk ditepati biar mereka dilaknat Allah SWT
  114. 28.10.2011,
    03:23
    gayus
    bpk pemerintah yth ..manusiawilah sedikit pak..gak usah buat janji kalau tidak ditepati..kita ini manusia pak..!!!
  115. 28.10.2011,
    03:13
    eki pratiwi
    PEMERINTAH MACAM APA SEPERTI INI,KEMARIN BILANG BEGINI,HARI INI BILANG BEGINI,BESOKNYA BILANG BATAL,DASAR PEMERINTAH PUSAT NGOMONGNYA TAK BECUS..TIDAK KOMITMEN PADA JANJINYA,ayo..teman2 tenaga honorer se-indonesia dari sabang-merauke kita perjuangan nasib kita, dan kita tuntut janji pemerintah yg sdh dismpaikan sblmnya untuk mengangkat honorer k1/k2 mnjadi cpns bulan ini..skrng wktunya kita bicara..
  116. 28.10.2011,
    02:52
    hamba
    demi Allah...tak ada kerelaan kmi slalu dizholimi pr pjabat tak pny hti..cangkem ngablak sak penake dhewe
  117. 28.10.2011,
    02:51
    derita
    bpk2 pemerintah yg trhomat,tlong komitmen pada keputusan dan janji yg sdh disampaikan sblmnya,kasihanilah pak tenaga honorer yg sdh ckup lama dan sabar menunggu jadi cpns..jgnlah tenaga honorer dijadikan ajang permainan politik bpk2..
  118. 28.10.2011,
    02:41
    merana
    klo mo cr muka gk usah ngkambing hitamkan daerah yg bla..bla..bla,ni menyangkut hidup org banyak,smpai kpn?!sampe kami mati pnasaran d pnantian?!
  119. 28.10.2011,
    02:04
    ghofur_ali83@yahoo.com
    kampanyekan pda kawan2 semua: jangan coblos parta demokrat yg nota bene pemerintah munafik...
Advertisement

 
Dahlan Iskan
Kalau Rapat, Tidak Perlu Lagi Makanan ...

   
Advertisement
Suryadharma Ali
Terkait Jamaah, Perlu Pertimbangan M ...

Don Kardono
Diplomasi ’’Peci’’ Gaya Niam ...

   
Advertisement
Advertisement