Jumat, 24 Oktober 2014 | 20:32:05
Home / Berita Daerah / Kalteng / Terkait Lingkungan, Tony Blair Kunjungi Kalteng

Jumat, 28 Oktober 2011 , 10:27:00

BERITA TERKAIT

PALANGKARAYA--Kedatangan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak lepas dengan terpilihnya Bumi Tambun Bungai sebagai pilot project pelaksanaan program Reducing Emissions from Deforestation and Degradation (REDD) plus. Pasalnya program REDD+ ini sudah sudah menjadi isu dunia, karena berkaitan dengan lingkungan.

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, mengaku ingin bertemu langsung dengan Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang selaku kepala daerah dan kepala pemerintahan untuk berbicara langsung mengenai program REDD+ ini.

“Peningkatan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari masalah lingkungan. Terlebih lagi isu lingkungan sudah menjadi masalah dunia, sehingga saya berkeinginan untuk bertemu langsung Gubernur Kalteng untuk membicarakan masalah ini,” kata Tony Blair ketika jumpa pres di rumah jabatan Gubernur Kalteng, Kamis (27/10).

Kedatangan Tony Blair ini didampingi sejumlah stafnya yang terdiri dari Chaterine Rimmer (Kepala Staf), Dr Stephan Kriesel (Kepala Penasehat Pemerintah), John Walsh dan McQuoid yang keduanya berprofesi sebagai detektif.

“Kedatangan Blair ini bertujuan untuk melihat perkembangan kunjungan terakhirnya di Indonesia beberapa waktu lalu, dan kemajuan mengenai lingkungan hidup di Kalimantan Tengah, terutama menanyakan sejauh mana perkembangan proyek REDD+ di Kalteng,” jelas Gubernur Kalteng Teras Narang, kemarin.

Menurutnya, Blair mengaku sangat terkesan dengan kemajuan yang terjadi umumnya di Indonesia. Apalagi tentang penurunan pengurangan emisi gas rumah kaca yang menjadi isu paling penting. Ia juga secara khusus tertarik ingin mendengar langsung mengenai pertumbuhan hijau (green growth), administrasi publik dan kapasitas pengiriman (delivery capacity) serta investasi asing.

Teras menambahkan, ada tiga hal penting yang menjadi pokok pembicaraannya dengan Mr Blair, yakni soal tata pemerintahan, pengangkatan kapasitas sumberdaya manusia (SDM), dan data base. Namun, secara khusus ia ingin mengetahui sejauh mana permasalahan lingkungan yang terjadi di Kalimantan Tengah.

Pantauan di lapangan kedatangan Tony Blair di Bandara Tjilik Riwut Kota Palangka Raya langsung disambut Wakil Gubernur Kalteng, H. Achmad Diran. Kemudian dilanjutkan lagi pertemuan dengan Gubernur Kalteng di rumah jabatan gubernur di kawasan Bundaran Besar. “Pertemuan satu jam setengah cukup singkat bagi, tetapi sangat berharga. Sebab banyak hal yang dibicarakan, termasuk berbagai pengalaman,“ tambah Teras.

Blair ingin berdiskusi dengan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, SH tentang apa yang telah dan sedang dilaksanakan di  Kalteng terkait masalah lingkungan. Blair dalam surat pemberitahuannya, secara khusus tertarik untuk mendengar mengenai  pertumbuhan hijau (green growth), administrasi publik dan kapasitas pengiriman (delivery capacity) dan investasi asing langsung. Karena kemungkinan  Blair bersama timnya bisa membantu program-program Gubernur Kalteng.(dot)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar