Rabu, 30 Juli 2014 | 16:02:59
Home / Pendidikan / Pendidikan / Indonesia Kekurangan Guru Penjaskes

Jumat, 27 April 2012 , 07:17:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Disaat kebijakan moratorium penerimaan CPNS baru masih bergulir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapatkan kenyataan pahit. Ternyata sampai saat ini mereka kekurangan guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes).
 
Plt Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Suyanto mengatakan, pihaknya sampai saat ini terus berupaya memenuhi kekurangan guru penjaskes atau olah raga tersebut. "Kita sudah memasukkan pertimbangan perekrutan tenaga baru ke Kemen PAN-RB," kata dia. Namun, Suyanto belum memiliki rincian jumlah kekurangan guru penjaskes.
 
Menurut Suyanto, ada beberapa alasan dari fenomena minimnya guru penjaskes ini. Penyebab yang pertama adalah, masih minimnya calon mahasiswa yang berminat menjadi guru penjaskes. Dia menegaskan, posisi guru penjaskes masih kalah popular ketimbang guru-guru mata pelajaran utama. Seperti matematika, bahasa Indonesia, IPA, dan IPS.
 
Rendahnya minat calon mahasiswa kuliah di jurusan guru penjaskes itu, disebabkan karena jam mengajar penjaskes di sekolah cukup sedikit. Rata-rata, setiap satu rombongan belajar hanya menyediakan alokasi pelajaran penjaskes hanya dua jam pelajaran per minggu.
 
Selain disebabkan karena minat dari calon mahasiswa yang minim, kurangnya guru penjaskes disebabkan karena akses belajar yang belum menyebar. Suyanto mengakui, jika masih banyak kampus-kampus yang belum memiliki jurusan khusus mencetak guru penjaskes.
 
Suyanto berharap sedikitnya guru penjaskes ini tidak diperparah dengan pelakansanaan moratorium CPNS. Untuk itu, dia berharap pada masa penghentian ini Kemendikbud tetap boleh mengangkat CPNS baru untuk formasi guru penjaskes. (wan)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 23.07.2014,
        12:42
        yulia mandala, S.Pd.
        benar n sy se0rang guru penjas.
      2. 07.04.2014,
        12:07
        check this out now
        rkLi4A Say, you got a nice article.Thanks Again. Awesome. From mobile
      3. 28.12.2013,
        10:51
        M_Nur Rambe
        Guru Penjas Lulusan Si Penjas, ditempatkan menjadi Guru agama, Sebaliknya guru agama ditempatkan jadi guru kelas, semuanya berantakan...
      4. 14.09.2013,
        10:02
        anita
        sebetulnya guru penjas di daerah2 sdh terdpat puluhan ribu guru hy sj pemerintah belum banyak pengrekrutan guru pnjs,kmi mhn perbyk formasinya
      5. 14.09.2013,
        10:02
        anita
        sebetulnya guru penjas di daerah2 sdh terdpat puluhan ribu guru hy sj pemerintah belum banyak pengrekrutan guru pnjs,kmi mhn perbyk formasinya
      6. 06.09.2013,
        23:47
        Nofriandi
        Guru Pendidikan Jasmani di sekolah dasar sangat banyak ditemukan yg pada umumnya dilakukan oleh guru kelas atau perekrutan tenaga dari lulusan SM
      7. 07.04.2013,
        12:53
        semar mesem
        tolong ditindak lanjuti untuk perekrutan untuk guru penjaskes
      8. 03.06.2012,
        01:51
        jk
        Guru Pendidikan Jasmani di sekolah dasar sangat banyak ditemukan yg pada umumnya dilakukan oleh guru kelas atau perekrutan tenaga dari lulusan SMA. Sudah barang tentu keadaan tersebut merupakan penghambat terealisasinya pencapaian tujuan pendidikan jasmani itu sendiri. Tenaga guru yang kini sudah ditekankan dan diharuskan S1 yg dikarenakan guru adalah tenaga profesional dalam bidang pendidikan, tentunya harus dilakukan oleh orang2 yang profesional yg telah teruji dalam masa pendidikannya di lembaga perguruan tinggi sesuai dengan bidangnya. Jelaslah ini sangat parah, dan berdambpak pada perkembangan anak usia sekolah dasar seperti aspek kognitif, afektif, dan psikomotoriknya.
        Kalaupun banyak yang menganggap gampang dalam mengajar penjas, namun saat mereka ditanya tujuan dr pembelajaran tersebut asal menjawab atau tidak bs dipertanggung jawabkan. Ironis bila perekrutan guru bukan dari orang2 yg tidak berpengetahuan pada bidang yang diajarkannya kepada anak didik. Betapa dirugikannya para peserta didik oleh pembohongan pengajaran yang dilakukan oleh guru yg tidak sesuai dgn bidang keahliannya. Saya menghimbau perhatikanlah tenaga pengajar Sekolah Dasar Khususnya Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar yang merupakan pembentuk karakter anak sebagai pembekalan untuk melanjutkan pada jenjang selanjutnya.

        Jadikan Anak Usia sekolah dasar yang mempunyai rasa tanggungjawab, percayadiri, sportif, disiplin tinggi. wassalamualaikum.
      9. 03.06.2012,
        01:51
        jk
        Guru Pendidikan Jasmani di sekolah dasar sangat banyak ditemukan yg pada umumnya dilakukan oleh guru kelas atau perekrutan tenaga dari lulusan SMA. Sudah barang tentu keadaan tersebut merupakan penghambat terealisasinya pencapaian tujuan pendidikan jasmani itu sendiri. Tenaga guru yang kini sudah ditekankan dan diharuskan S1 yg dikarenakan guru adalah tenaga profesional dalam bidang pendidikan, tentunya harus dilakukan oleh orang2 yang profesional yg telah teruji dalam masa pendidikannya di lembaga perguruan tinggi sesuai dengan bidangnya. Jelaslah ini sangat parah, dan berdambpak pada perkembangan anak usia sekolah dasar seperti aspek kognitif, afektif, dan psikomotoriknya.
        Kalaupun banyak yang menganggap gampang dalam mengajar penjas, namun saat mereka ditanya tujuan dr pembelajaran tersebut asal menjawab atau tidak bs dipertanggung jawabkan. Ironis bila perekrutan guru bukan dari orang2 yg tidak berpengetahuan pada bidang yang diajarkannya kepada anak didik. Betapa dirugikannya para peserta didik oleh pembohongan pengajaran yang dilakukan oleh guru yg tidak sesuai dgn bidang keahliannya. Saya menghimbau perhatikanlah tenaga pengajar Sekolah Dasar Khususnya Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar yang merupakan pembentuk karakter anak sebagai pembekalan untuk melanjutkan pada jenjang selanjutnya.

        Jadikan Anak Usia sekolah dasar yang mempunyai rasa tanggungjawab, percayadiri, sportif, disiplin tinggi. wassalamualaikum.
      10. 03.06.2012,
        01:51
        jk
        Guru Pendidikan Jasmani di sekolah dasar sangat banyak ditemukan yg pada umumnya dilakukan oleh guru kelas atau perekrutan tenaga dari lulusan SMA. Sudah barang tentu keadaan tersebut merupakan penghambat terealisasinya pencapaian tujuan pendidikan jasmani itu sendiri. Tenaga guru yang kini sudah ditekankan dan diharuskan S1 yg dikarenakan guru adalah tenaga profesional dalam bidang pendidikan, tentunya harus dilakukan oleh orang2 yang profesional yg telah teruji dalam masa pendidikannya di lembaga perguruan tinggi sesuai dengan bidangnya. Jelaslah ini sangat parah, dan berdambpak pada perkembangan anak usia sekolah dasar seperti aspek kognitif, afektif, dan psikomotoriknya.
        Kalaupun banyak yang menganggap gampang dalam mengajar penjas, namun saat mereka ditanya tujuan dr pembelajaran tersebut asal menjawab atau tidak bs dipertanggung jawabkan. Ironis bila perekrutan guru bukan dari orang2 yg tidak berpengetahuan pada bidang yang diajarkannya kepada anak didik. Betapa dirugikannya para peserta didik oleh pembohongan pengajaran yang dilakukan oleh guru yg tidak sesuai dgn bidang keahliannya. Saya menghimbau perhatikanlah tenaga pengajar Sekolah Dasar Khususnya Guru Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar yang merupakan pembentuk karakter anak sebagai pembekalan untuk melanjutkan pada jenjang selanjutnya.

        Jadikan Anak Usia sekolah dasar yang mempunyai rasa tanggungjawab, percayadiri, sportif, disiplin tinggi. wassalamualaikum.