Selasa, 29 Juli 2014 | 07:33:54
Home / Olahraga / Liga Indonesia / Persegres Tolak Tudingan Suap

Senin, 06 Agustus 2012 , 08:14:00

BERITA TERKAIT

GRESIK - Babak playoff Indonesia Super League (ISL) memang sudah berlalu. Dan Persegres Gresik sebagai pemenangnya. Namun suara miring dari pertandingan itu sampai kini masih nyaring terdengar. Terutama di Jogjakarta.

Beberapa media lokal Jogjakarta banyak yang menyebutkan adanya lima pemain PSIM yang menerima suap dari pihak Persegres. Tujuannya jelas, supaya pemain PSIM bermain mengalah dari Persegres. Sumbernya dari pernyataan media officer PSIM Ajiek Tarmidzi beberapa waktu yang lalu.

Namun, kabar tersebut langsung buru-buru dibantah manajemen Persegres. Menurut manajer Persegres Thoriq Majiddanor, tudingan tersebut sama sekali tidak benar. "Kami bermain bersih. Kemenangan itu kami dapat memang karena permainan pemain kami lebih unggul dari mereka," ujar pria yang akrab disapa Jiddan ini kepada Jawa Pos, kemarin (5/8).

Isu suap memang menjadi warna tersendiri dalam perjalanan tim ini supaya selamat dari ancaman degradasi. Sebelum PSIM, asisten pelatih Persipura Jayapura Metu Duaramuri sempat uring-uringan setelah melihat adanya gelagat penyuapan saat kalah tipis 1-2 oleh Persegres di laga terakhir ISL lalu.

Namun, Jiddan memilih untuk tidak terlalu memikirkan tudingan miring yang dialamatkan oleh pihak PSIM kepada jajarannya. Hanya, dia tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang sengaja menyebarkan kabar tersebut. "Kalau sudah jelas-jelas menyebut kami melakukan tindakan itu (suap, Red), kami tidak segan-segan memperkarakannya," lanjut dia.

Pun demikian dengan bupati Gresik sekaligus General Manager PT Persegres Jaka Samudra Gresik Sambari Halim Radianto. Dia memilih tidak banyak berkomentar terkait kabar tersebut. Menurutnya, kondisi keuangan timnya tidak kuat jika melakukan tindakan suap tersebut. "Kecil kemungkinan kami melakukannya," cetus dia.

Terpisah, pelatih PSIM Hanafing menegaskan bahwa hingga kini pihaknya masih berpikiran positif tentang pemainnya. "Karena saya tahu betul kondisi mereka. Tapi saya pun sudah mengingatkan kepada mereka, kalau memang benar terlibat, sanksi mereka sangat tegas. Makanya, manajemen harus segera membuktikannya," ungkap dia.

Nah, melalui pembuktian dari pihak manajemen itulah bisa diketahui kebenaran tudingan tersebut. Jika pemainnya benar-benar terlibat, dirinya siap mem-blacklist pemain yang bersangkutan. "Saya bisa kontak ke pelatih lain agar tidak memakai pemain itu," tegas dia. (ren/ko)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar