Sabtu, 25 Mei 2013 | 06:48:18
Home / Politik / Legislatif / DPR Tak Persoalkan Lagi Rencana Pembelian Tank TNI

Jum'at, 24 Agustus 2012 , 03:47:00

RELATED NEWS

JAKARTA - Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan tak lagi mempersoalkan rencana pembelian tank Leopard untuk TNI. Pasalnya, terdapat sejumlah syarat yang diminta DPR sudah dipenuhi.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Tb Hasanuddin mengungkapkan, DPR sebelumnya memang mempersoalkan rencana pembelian tank Leopard bekas dari Belanda karena sejumlah alasan. Di antaranya karena Leopard dari negeri bekas penjajah itu tak sesuai dengan kondisi geografis di Indonesia, harganya lebih mahal dari tank baru, serta pengadaannya tidak melalui kesepakat antarpemerintah (G to G).

Namun pada Kamis (16/8) lalu, Komisi I DPR dalam sebuah rapat mendapat penjelasan dari tim kecil yang bertugas mempelajari rencana pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bagi TNI Angkatan Darat itu. "Ada empat hal penting dalam rapat itu," kata Hasanuddin.

Pertama, katanya, TNI tidak jadi membeli tank bekas dari Belanda yang harganya Euro 2,5 juta. "Tapi akan membeli tank baru dari Jerman, kisaran harganya antara Euro 700 ribu hingga 1,5 juta, tergantung pada sistem persenjataan yang dipasang," kata Hasanuddin di Jakarta, Kamis (23/8).

Kedua, lanjut mantan Sekretaris Militer Kepresidenan itu,  pembelian murni G to G. "Tak melibatkan makelar alias rekanan atau pihak ketiga,"tandasnya.

Ketiga, berat tank yang akan dibeli hanya 40 ton saja, atau lebih ringan dari Leopard bekas Belanda yang bobotnya 63 ton. "Jadi jenis medium tank. Ini sesuai dengan rencana strategis TNI," kata pensiunan TNI AD dengan dua bintang di pundak itu.

Yang keempat, karena pengadaan tank dari Jerman itu juga melibatkan BUMN Industri Pertahanan seperti PT Pindad. "Dengan informasi seperti itu maka Komisi I menganggap sudah tak ada masalah lagi dengan rencana pembelian tank Leopard," kata politisi PDIP itu.

Meski demikian Komisi I DPR tetap perlu mendapat penjelasan langsung dari Kementrian Pertahanan maupun TNI. "Kita akan klarifikasi secepatnya," pungkasnya.(ara/jpnn)
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
    1. 22.10.2012,
      13:59
      Fajar_97
      menurut saya,60 ton buat geografis indo agak berat,lebih baik T-90 dari rusia, bobot cuman d.bawah 50t and harganya juga d.bawah 5M USD
    2. 25.08.2012,
      18:10
      sumardjodip
      Malu2in mantan jendral tdk bisa membedakan mbt dan tank medium.Selamat untuk tniad yg resmi mendapatkan mbt leopard! From mobile
    3. 24.08.2012,
      14:25
      projo hirwono
      MBT Leopard itu beratnya di atas 60 ton. kalau mau membeli Tank 40 Ton itu berarti jenis Tank Medium.dan tidak ada MBT Leopard berat 40 Ton.