Kawasan Industri Baru Menjamur

Jatim Tawarkan 18.700 Hektare

Kawasan Industri Baru Menjamur
Kawasan Industri Baru Menjamur

jpnn.com - SURABAYA - Jumlah kawasan industri di Jawa Timur terus bertambah. Wilayah pengembangan manufaktur tersebut menjamur dan tersebar di berbagai daerah, terutama di sebelah utara. Selain untuk memenuhi kebutuhan perluasan industri, para investor baru juga terus berdatangan.

Kepala Badan Penanaman Modal Jawa Timur Warno Harisasono mengatakan, tahun ini ada penambahan jumlah kawasan industri dengan total luas area mencapai 18.700 hektare. Misalnya, di Mojokerto ada penambahan 10.000 hektare, meliputi Jetis, Gedeg, Kemlagi, dan Dawar Blandong. Kawasan industri baru tersebut jauh lebih luas daripada wilayah sebelumnya, yakni Ngoro.

''Selain di Mojokerto, kawasan industri tersebar di Gresik, Jombang, Tuban, Banyuwangi, dan daerah lain,'' katanya. Perinciannya, di Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) 400 hektare, Ngoro Industrial Park (NIP) 300 hektare, Sidayu Gresik 1.000 hektare, Ploso Jombang 3.000 hektare, Wonorejo Banyuwangi 1.000 hektare, Tuban Industrial Estate 1.000 hektare, dan Brondong Lamongan 2.000 hektare.

Kabid Pengolahan Data dan Sistem Informasi BPM Jatim Dyah Wahyu Ermawati menambahkan, kawasan industri yang tersedia masih memadai untuk memenuhi kebutuhan para penanam modal. Tersebarnya kawasan industri juga memudahkan para investor menemukan lokasi yang sesuai. ''Tentu tiap investor memiliki pertimbangan sebelum memutuskan untuk memilih kawasan industri yang bakal ditempati," kata Dyah.

Ada berbagai faktor yang menjadi pertimbangan pemodal. Antara lain, ketersediaan listrik, air, dan kemudahan akses transportasi sampai pelabuhan. "Makanya, hampir seluruh kawasan industri berada di Jatim bagian utara karena dekat dengan pelabuhan,'' ucap dia.

Ada pula faktor lain yang membuat investor asing memilih kawasan industri tertentu. Misalnya, ada investor asing yang cenderung memilih lokasi berdekatan dengan pemodal yang berasal dari satu negara. ''Hampir sebagian besar investor dari Asia Timur memilih di Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER). Selain itu, Jepang condong memilih di PIER, sedangkan Taiwan di NIP. Sedangkan investor asal Tiongkok kebanyakan menyebar,'' urainya.

Berdasar data realisasi investasi sampai semester pertama, Gresik menjadi daerah tujuan utama untuk berinvestasi dengan porsi mencapai 23 persen. Kemudian, Sidoarjo 18 persen, Surabaya dan Probolinggo masing-masing 15 persen. Sisanya tersebar di beberapa kota dan kabupaten lain. (res/c1/sof)


SURABAYA - Jumlah kawasan industri di Jawa Timur terus bertambah. Wilayah pengembangan manufaktur tersebut menjamur dan tersebar di berbagai daerah,


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News