Selasa, 30 September 2014 | 17:13:03
Home / Pendidikan / Program Penyetaraan Guru Swasta Amburadul

Senin, 19 Agustus 2013 , 06:08:00

BERITA TERKAIT

JAKARTA - Program penyetaraan status guru swasta menjadi seperti guru PNS yang dulu dikenal inpassing amburadul. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dituntut menjalankan program ini per 1 Januari 2013. Tetapi ironisnya tidak berjalan sama sekali.

Program penyetaraan status guru swasta ini sangat penting. Sebab melalui program ini, guru swasta bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi sama dengan gaji pokok guru PNS. Guru swasta yang belum lulus penyetaraan ini, tunjangan sertifikasinya dipukul rata Rp 1,5 juta per bulan.

Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (Dir P2TK Dikdas) Kemendikbud Sumarna Surapranata membeberkan nasib program penyetaraan guru swasta  untuk periode 2013 ini.

Dia menuturkan bahwa program inpassing sudah tidak ada lagi sejak 2011 lalu. Sebagai gantinya sesuai dengan Undang-Undang 14/2005 tentang Guru dan Dosen, Kemendikbud mendapatkan amanah untuk menjalankan program penyetaraan guru swasta.

"Jadi yang dulu inpassing, sekarang berubah menjadi program penyetaraan. Dan aturannya dijalankan sejak 1 Januari 2013," ujar dia di Jakarta kemarin. Sayangnya menurut pejabat yang akrab disapa Pranata itu, program penyetaraan guru swasta ini tidak bisa dijalankan. Dia menyebut sejak 1 Januari lalu hingga sekarang, tidak ada sama sekali guru swasta yang mendaftar untuk ikut penyetaraan.

Vakumnya pelaksanaan penyetaraan status guru swasta sejak Januari 2013 ini sangat disayangkan. Padahal seharusnya pada April lalu dijalankan evaluasi berkas yang masuk, sehingga bisa diputuskan status penyetaraan guru swasta. Jika jadwal ini berjalan normal, pada 2014 nanti guru yang sudah mengikuti penyetaraan dan bersertifikat akan mendapatkan tunjangan profesi seperti guru PNS. Yakni sekitar Rp 2 juta lebih per bulan.

Pranata berkelit jika vakumnya program penyetaraan ini bukan kesalahan Kemendikbud. Dia mengatakan bahwa landasan hukum pelaksanaan penyetaraan ini adalah Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN-RB). "Permen PAN-RB itu sendiri sedang diamandemen, jadi menunggu amandemen rampung dulu," paparnya.

Dia menjelaskan bahwa pada periode 2013 ini masih ada satu kali lagi jadwal pengesahan usulan penyetaraan status guru swasta. Dari jadwal yang sudah ditetapkan Kemendikbud, jadwal pengesahan gelombang dua dilaksanakan pada Oktober nanti. Sampai sekarang belum ada jaminan kapan program penyetaraan guru swasta ini dibuka.

Menurut Pranata Kemendikbud sudah melakukan penyetaraan guru swasta melalui program inpassing saat itu mencapai 60 ribu orang. Pada saat program inpassing ini dihentikan, Kemendikbud memiliki tanggungan usulan penyetaraan untuk 50 orang guru swasta. Dia berharap sebelum sistem baru penyetaraan dijalankan, tanggungan itu sudah berhasil dituntaskan.

Pranata menegaskan bahwa penilaian program penyetaraan murni didasarkan pada angka kredit. Diantara pertimbangan angka kredit adalah ijazah sarjana dan lama mengajar. Setiap guru swasta akan memulai status kesetaraannya pada golongan III/a. Kemendikbud menegaskan bahwa program kesetaraan ini hanya berkaitan dengan pencairan tunjangan profesi, bukan urusan tunjangan pensiun.

Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Seluruh Indonesia (Sekjen FSGI) Retno Listyarti mengatakan, pemerintah harus konsisten menjalankan program penyetaraan status guru swasta. Dia mengatakan guru-guru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) meskipun telah lulus inpassing, tetap mendapatkan tunjangan profesi sebesar Rp 1,5 juta per bulan.

"Jika kenyataannya seperti itu, apa gunanya inpassing atau penyetaraan," katanya di sela diskusi pendidikan pada pertemuan Diaspora ke dua di Jakarta. Retno mengatakan di lingkungan Kemendikbud sedikit lebih baik. Ada sejumlah guru yang lulus inpassing, benar-benar mendapatkan tunjangan profesi setara dengan guru PNS.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo mengatakan, Kemendikbud harus menyampaikan informasi yang tepat kelanjutan nasib program penyetaraan guru swasta. Dia menilai bahwa jika berjalan baik, program penyetaraan guru swasta ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Dia menilai bahwa untuk urusan profesi, tidak boleh dibedakan antara guru swasta maupun PNS. (wan)

Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar
      1. 26.09.2014,
        21:14
        OLORIA SITUMORANG
        Pak sy mau tanya sy mgjr thn 1988, lalu pndh ke sklh lainsapai sst ini apakh thn 1988tehitng sbgi ms kerj dlm penytraan GBPNS, tlng informasinya
      2. 12.09.2014,
        09:12
        andi tahir
        Kapan honorer trimah tnjangan sesuai dgn gol.inpassingnya From mobile
      3. 09.09.2014,
        19:43
        imas setiaty
        mohon informasi yg jelas tentang penyetaraan guru non pns untuk tingkat smp,kapan pelaksanaanya dan bagaimana mekanismenya
      4. 08.09.2014,
        11:00
        Ganang
        Mohon informasi tentang penyetaraan guru non PNS, Kami guru-guru non PNS sangat membutuhkan...
      5. 29.08.2014,
        14:59
        aries supriady
        klw perpustakaan adlh jantungnya pendidikan maka guru adalah ruhnya pendidikan...tapi mngapa guru honorer di negara kita dipandang sbelah mata
      6. 24.08.2014,
        18:11
        siti zulaikah
        saya sdh beberapa kali ikut inpassing tp sk nda turun2, skg ada penyetaraan bagaimana cara pengusulannya.
      7. 20.08.2014,
        14:17
        agus
        mohon informasinya kepada kami guru non pns...
        mohon juga perhatikan nasib kami...
        kapan kami bisa menyandang status guru PNS?????
      8. 18.08.2014,
        16:18
        suklin
        apakah guru swasta seperti saya ini akan masuk penyetaraan tidak ya...padahal saya sudah mengajar 15 tahun
      9. 18.08.2014,
        16:18
        suklin
        apakah guru swasta seperti saya ini akan masuk penyetaraan tidak ya...padahal saya sudah mengajar 15 tahun
      10. 09.08.2014,
        15:41
        erlie
        program penyetaraan skrg ini apa hrus d urus sendiri2 / bisa secara kolektif ? From mobile