JPNN.com

10 Pemda di Jatim Raih Predikat B, di Sulawesi Hanya Manado

Jumat, 05 Februari 2016 – 16:44 WIB 10 Pemda di Jatim Raih Predikat B, di Sulawesi Hanya Manado - JPNN.com

SURABAYA--Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur dalam melakukan pembinaan kepada kabupaten/kota di wilayahnya untuk menerapkan akuntabilitas kinerja. Pasalnya nilai akuntabilitas kinerja kab/kota di Jatim mengalami peningkatan signifikan. 

"Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemprov Jawa Timur untuk mendorong peningkatan akuntabilitas kinerja. Ini juga layak untuk dicontoh oleh provinsi lain," kata Menteri Yuddy pada penyerahan Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Kabupaten dan Kota Se-Sulawesi dan Jawa Timur, Jumat (5/2).

Pada  2014 lalu, rata-rata pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur mendapatkan nilai 50,66, dan mengalami kenaikan menjadi 53,21 pada 2015.

"Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan kabupaten dan kota yang berpredikat B terbanyak, yaitu 10 kabupaten dan kota. Namun saya tekankan agar tidak berpuas diri, walaupun ada peningkatan yang cukup baik, tetapi belum ada yang memperoleh BB," ujar Yuddy.

Sementara untuk kabupaten/kota se-Sulawesi, Yuddy mengatakan masih banyak yang perlu diperbaiki. Langkah konstruktif untuk mendorong percepatan perbaikan kualitas reformasi birokrasi masih harus ditingkatkan dengan pemerintah provinsi yang harus menjembatani implementasi kebijakan di bidang reformasi birokrasi.

"Sebagian besar harus diperbaiki, bukan alasan karena jauh dari pusat, pendidikan mungkin tidak lebih baik dari yang ada di Pulau Jawa, tidak ada alasan karena masyarakatnnya yang tinggal di perbatasan, masalahnya ada atau tidak keinginan, ada atau tidak keteladanan dan kepemimpinan untuk memperbaiki birokrasi," tegasnya.

Untuk pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi, Kota Manado menjadi yang terbaik dengan mendapatkan predikat B. "Kalau Kota Manado saja bisa, tandanya bapak dan ibu bisa melakukan itu dimanapun. Tidak ada alasan tidak bisa mengejar," tandas Yuddy. (esy/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...