JPNN.com

100 Hari Presiden Joe Biden: Umat Islam Jadi Prioritas

Sabtu, 10 April 2021 – 15:20 WIB
100 Hari Presiden Joe Biden: Umat Islam Jadi Prioritas - JPNN.com
Presiden Joko Widodo dan Joe Biden. Foto: Twitter/jokowi

jpnn.com, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden disebut telah membuktikan janji saat kampanye pencalonannya sebagai presiden, terkait kebijakan terhadap Muslim dan Islam.

Janji kampanye Biden untuk umat Islam di AS antara lain, melindungi hak sipil dan hak konstitusional, menghormati keragaman dan komunitas Muslim, memastikan pelayanan kesehatan yang memadai, serta menciptakan lingkungan yang kondusif dan inklusif, serta membuat komunitas Muslim Amerika lebih aman.

“Kemudian janji Biden untuk menempatkan tokoh dan cendekiawan Muslim Amerika dalam berbagai posisi strategis di pemerintahan. (Janji-janji) ini ternyata langsung dilaksanakan pada saat Biden memasuki masa 100 hari pemerintahannya pada 20 April mendatang,” kata Konsul Jenderal RI di New York Arifi Saiman, dalam seminar tentang arah kebijakan Presiden AS Joe Biden terkait muslim dan dunia Islam, yang berlangsung virtual, Jumat malam (9/4).

Selain itu, sikap Biden terkait Muslim dan Islam juga tercermin melalui kebijakan luar negerinya, antara lain dengan mencabut larangan masuk ke AS bagi warga sejumlah negara, termasuk dari sejumlah negara Muslim.

Arifi berpendapat, mencabut Muslim travel ban pada hari pertama Biden menjabat sebagai presiden adalah wujud komitmen atas janji kampanye Biden-Harris.

“Meskipun kebijakan pencabutan travel ban ini tidak mutlak ditujukan ke negara-negara Muslim semata, tetapi tindakan pemerintahan Biden-Harris tersebut mengirim sinyal yang jelas kepada Muslim Amerika dan dunia Islam bahwa pendekatan Biden berbeda dengan (mantan presiden AS Donald) Trump,” kata Arifi.

Namun, meskipun telah memenuhi beberapa prioritas selama 100 hari pemerintahannya seperti pencabutan larangan perjalanan dan mewujudkan pemerintahan yang diwakili berbagai komunitas di AS, Biden masih memiliki sejumlah “pekerjaan rumah” yang perlu diselesaikan.

“Ia masih harus menangani rasisme sistemik di institusi-institusi AS dan kembali ke kesepakatan nuklir dengan Iran,” tutur Arifi.

Sumber Antara

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...