109 Ton Ikan Nila Mati Mendadak di Danau Toba

109 Ton Ikan Nila Mati Mendadak di Danau Toba
Petani ikan nila di Desa Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, menyaksikan ikannya yang mati di keramba jaring apung (KJA). Sedikitnya 109 ton ikan di 38 KJA mati diduga karena kekurangan oksigen. Foto: sumutpos.co

“Perintah saya kepada Dinas Pertanian, BPBD, Satpol PP, Camat dan Kades untuk mengangkat bangkai ikan yang mati agar tidak berdampak pada lingkungan hidup. Mereka sudah melaksanakan,” ucapnya.

Sementara, seorang petani ikan KJA Niolando Naibaho mengatakan, pihaknya mengalami kerugian besar. “Saya mengalami kerugian sekitar Rp80 juta. Masih ada tetangga saya menderita lebih parah, ikan dia mencapai 12 ton mati,” ungkapnya.

Ia berharap, atas kejadian ini mereka mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Informasi yang kita terima dari dinas pertanian, kalau air Danau Toba kotor, jadi ikan kurang mendapatkan oksigen,” katanya.

Niolando menyebutkan, Dinas Pertanian dan Perikanan Samosir sudah turun ke lokasi KJA yang ikan bermatian untuk melakukan peninjauan dan pengambilan sempel ikan yang mati.

BACA JUGA: Istri Polisi Tewas Tergantung di Kusen Pintu, Kondisi Hamil, Tinggalkan Surat Wasiat, Begini Isinya

“Kemarin sudah datang dari Dinas Pertanian, sudah dicek orang itu. Temuan sementara matinya ratusan ton ikan itu akibat putaran angin dibawah danau sehingga air keruh naik keatas sehingga oksigen kurang dan ikan susah bernafas,” tandas Niolando.(antara/jpnn)

Sebanyak 109 ton ikan yang dibudidayakan di dalam keramba jaring apung (KJA) Danau Toba, di Desa Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, mati mendadak.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News