15 Persen Jalan Nasional Rusak Berat

15 Persen Jalan Nasional Rusak Berat
15 Persen Jalan Nasional Rusak Berat
JAKARTA - Jelang momentum mudik lebaran, pemerintah kembali memaparkan hasil pemantauan faktual kondisi Jalan Nasional di seluruh Tanah Air. Sebanyak 15 persen dari total seluruh jalan nasional yang masuk dalam kategori jalan negara sepanjang 38.400 kilometer dalam keadaan rusak berat.

"Kerusakan terjadi karena berbagai faktor. Selain karena kondisi jalan tua, juga karena kurangnya anggaran untuk melakukan perbaikan atau perawatan," terang Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Indonesia, Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Hediyanto Husaini, di Jakarta, Kamis (8/7) kemarin.

Hediyanto mengatakan, khusus untuk jalan nasional wilayah Barat Indonesia seluas 11 ribu km yang merupakan jalur lalu lintas volume tinggi tingkat kerusakannya mencapai 3-6 persen. Data itu besar kemungkinan naik saat musim hujan tiba karena aspal yang terkikis intensitas hujan. Ia mengakui, pihak Kementerian PU memang menghadapi kendala dalam memelihara jalan tersebut lantaran masih minimnya anggaran infrastruktur di tanah air.

Memang dalam dua tahun terakhir, anggaran perbaikan dan perawatan jalan raya dinaikkan menjadi sekitar Rp17 triliun dari sebelumnya Rp 9 triliun. Namun, lanjutnya, dengan naiknya kekuatan anggaran itu tetap sulit bagi pemerintah untuk mengejar ketertinggalan sejak masa krisis dahulu. "Jadi sisa jalan yang rusak ketika krisis ekonomi dulu menjadi bom waktu," terangnya.

JAKARTA - Jelang momentum mudik lebaran, pemerintah kembali memaparkan hasil pemantauan faktual kondisi Jalan Nasional di seluruh Tanah Air. Sebanyak

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News