2 Tantangan Utama Program Vaksinasi COVID-19 untuk Anak, Oh Ternyata

2 Tantangan Utama Program Vaksinasi COVID-19 untuk Anak, Oh Ternyata
Ilustrasi, vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Hasil survei Advokasi Wahana Visi Indonesia (WVI) Junito Drias menunjukkan, 40 persen orang tua tidak mau atau belum mau mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Sikap orang tua seperti itu menjadi tantangan utama untuk melakukan vaksinasi pada anak.Tantangan lain adalah soal Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Dari hasil laporan Wahana Visi Indonesia bulan lalu, kita menemukan hampir 60 persen orang dewasa dari survey mau divaksinasi. Tetapi yang 40 persen ini enggak mau atau belum mau,” kata Manajer Advokasi WVI Junito Drias dalam diskusi “Kupas tuntas Vaksin COVID-19" secara daring di Jakarta, Kamis (29/7).

Junito mengatakan hal tersebut menjadi tugas utama pemerintah, terkait bagaimana menyadarkan orang tua agar dapat meyakinkan anak dan keluarganya untuk melakukan vaksinasi.

Perwakilan Forum Anak Sumba Timur Virgin (17) yang hadir dalam acara tersebut menanggapi soal izin orang tua di daerahnya.

Minimnya sosialisasi yang dilakukan di daerah-daerah terpencil juga menjadi masalah mengapa orang tua tidak memperbolehkan anak untuk divaksin.

Hal lainnya yang mempersulit kegiatan vaksinasi pada anak menurut Junito adalah, syarat yang mengharuskan masyarakat untuk menunjukkan NIK saat mau di vaksin.

“Kemudian yang kedua ini isu klasik ya, jadi pemerintah mendasari vaksinasi dengan akuntabilitas memakai nomor induk kependudukan,” kata dia.

Setidaknya ada 2 tantangan utama dalam program vaksinasi anak usia 12-17 tahun, simak selengkapnya.