Jumat, 17 Agustus 2018 – 12:31 WIB

2019 Fokus SDM, Pembangunan Infrastruktur Tetap Digeber

Rabu, 08 Agustus 2018 – 08:54 WIB
 2019 Fokus SDM, Pembangunan Infrastruktur Tetap Digeber - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Jokowi menegaskan lagi, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas pembangunan tahun 2019. Hal ini kembali ditegaskan Presiden Joko Widodo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Selasa (7/8).

"Kembali lagi saya ingin menegaskan bahwa prioritas pengembangan sumber daya manusia harus menjadi penekanan dan perhatian dari setiap kementerian yang ada," kata Presiden dalam arahannya.

Secara lebih spesifik Kepala Negara mengharapkan agar setiap hal yang berkaitan dengan pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia segera dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2019. Sidang kabinet paripurna ini sendiri membahas topik nota keuangan dan RAPBN tahun anggaran 2019.

"Saya harapkan terutama untuk vocational school, vocational training, politeknik, kemudian kemitraan dengan industri, kemudian upgrading di ketenagakerjaan kita, dan kementerian-kementerian yang lain," pinta mantan gubernur DKI ini.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan bahwa presiden mengarahkan agar APBN TA 2019 menitikberatkan pada pembangunan SDM. Hal ini mengingat pada tahapan pertama selama empat tahun fokus diarahkan pada infrastruktur.

"Maka harapannya mulai tahun 2019 terutama kita ingin meningkatkan SDM yang lebih berkualitas yang siap tarung untuk perubahan dunia dan juga bisa menopang Indonesia sebagai negara dengan penduduk keempat terbesar di dunia. Dalam persaingan global itu, SDM menjadi sangat penting dan itulah yang menjadi konsentrasi Presiden," kata Pramono.

Selain vokasi, pendidikan yang berorientasi pada perubahan zaman juga menjadi prioritas pemerintahan setahun ke depan. Perguruan tinggi juga diharapkan bisa mengubah kurikulum menjadi lebih fleksibel.

"Ini yang menjadi harapan presiden yang berkali-kali (disampaikan) ketika mengumpulkan para rektor, menristekdikti, untuk mengubah kurikulum karena memang perlu disiapkan," tambahnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar