2024, BRIN Garap 2 Proyek Nuklir

2024, BRIN Garap 2 Proyek Nuklir
Sejumlah periset dari Departemen Energi Amerika mengunjungi fasilitas riset reaktor nuklir Kartini BRIN yang berada di Kawasan Sains dan Edukasi (KSE) Achmad Baiquni Babarsari, Yogyakarta, pada Senin (4/12/2023). (ANTARA/HO-BRIN)

Teknologi itu punya nilai investasi yang lebih rendah dan fleksibilitas dalam pengoperasian maupun pemeliharaan, sehingga potensial mendukung ketahanan energi nasional bagi Indonesia yang berbasis negara kepulauan. 

Rohadi mengungkap reaktor generasi keempat punya keamanan yang lebih tinggi karena berpendingin gas yang tahan terhadap suhu tinggi hingga lebih dari 2.000 derajat celsius, sehingga tidak ada risiko terjadinya pelelehan bahan bakar akibat suhu tinggi tersebut.

"Reaktor generasi keempat itu lebih aman. Kami masih tahap awal pengembangan menjadi desain," kata Rohadi.

Sepanjang 2023, BRIN memiliki 2.388 judul riset yang dilakukan oleh para periset dengan capaian 1.217 riset.

Capaian paling banyak adalah lingkungan berkelanjutan mencapai 266 riset, energi sebanyak 220, dan pangan sebanyak 218, serta kedaulatan kesehatan sebanyak 156.

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan pihaknya memfokuskan riset energi yang sejalan dengan arah pembangunan nasional guna mewujudkan kedaulatan energi yang berkelanjutan, salah satunya listrik tenaga nuklir.

Pemanfaatan nuklir sebagai sumber energi listrik bertujuan untuk menggantikan bahan bakar fosil agar Indonesia bisa mencapai target nol emisi karbon pada 2060.

Pemerintah melalui PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan pengoperasian secara komersial satu unit pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas sekitar 200 megawatt pada 2032. (antara/jpnn)

BRIN menetapkan dua proyek instalasi nuklir yang bakal digarap pada 2024 mendatang.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News