JPNN.com

300 Pelaku Unjuk Rasa Rusuh di Jayapura Merasa Ditipu Koordinator Aksi

Senin, 02 September 2019 – 00:08 WIB 300 Pelaku Unjuk Rasa Rusuh di Jayapura Merasa Ditipu Koordinator Aksi - JPNN.com
Pedemo yang sempat bersembunyi di kawasan Numbay, Distrik Jayapura Selatan, Minggu (1/9) dipulangkan. Foto: Dok.Pendam XVIICenderawasih

jpnn.com, JAYAPURA - Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Lektol Cpl Eko Daryanto menyatakan bahwa sekitar 300 pelaku aksi demo di Jayapura, Papua, Kamis (29/8) merasa telah ditipu oleh koordinator aksi massa yang berakhir ricuh dan anarkistis.

Menurutnya, warga yang berasal dari masyarakat pegunungan itu secara sadar berkomitmen tidak akan lagi ikut aksi demo dalam bentuk apa pun.

"Mereka yang sempat bersembunyi di kompleks Kelurahan Numbay, Distrik Jayapura Selatan tadi sore (Minggu) sekitar pukul 14.30 WIT menyampaikan penyesalan dan merasa ketakutan untuk kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing di wilayah Abepura dan Waena," kata Eko Daryanto melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Kota Jayapura, Papua, Minggu (1/9) malam.

Eko menyebut 300 orang yang merupakan bagian dari massa pedemo telah sepakat untuk tidak mau lagi ikut-ikutan aksi demo massa dalam bentuk apa pun. Kelompok massa pedemo ini merasa telah ditipu oleh oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan isu rasisme.

BACA JUGA: Kapolda Papua Mengeluarkan 6 Maklumat, Tegas

"Selama tiga hari mereka bersembunyi di wilayah sekitar Kelurahan Numbay Distrik Jayapura Selatan, mereka tidak berani kembali ke daerah Abepura dan Waena dengan alasan takut mendapat aksi balasan dari masyarakat yang telah menjadi korban aksi penjarahan, pembakaran, pelemparan maupun pengrusakan oleh mereka pada waktu melakukan aksi demo yang berujung rusuh dan anarkis sehingga menimbulkan kerusakan dan kerugian material di sepanjang jalan Waena - Jayapura," katanya.

Eko menambahkan, perwakilan kelompok yang sebagian besar berasal dari salah satu wilayah di pegunungan di Wamena itu telah menemui pejabat di Dinas Pendidikan Propinsi Papua, yakni Desman Kogaya. Mereka memohon bantuan agar diberikan jaminan keamanan dan angkutan untuk kembali ke daerah Abepura dan Waena.

"Mereka merasa takut mendapatkan aksi balasan dari masyarakat yang telah mengalami kehilangan dan kerusakan aset harta benda yang berharga yang telah mereka rusak atau jarah akibat ulah yang anarkis dan brutal," katanya.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
tomo