35 Persen Gangguan Kesuburan Disebabkan Faktor ini

35 Persen Gangguan Kesuburan Disebabkan Faktor ini
Ilustrasi - Ibu dan balita.Foto: Ricardo/JPNN.com

"Kalau ada bisa dilakukan biopsi testis untuk mendapatkan sperma pada bayi tabung," tutur Budi.

Sementara pada perempuan, biasanya akan dilakukan pengecekan kadar Anti-Mullerian Hormone (AMH), yakni untuk mengukur kadar hormon yang dihasilkan oleh organ reproduksi di dalam darah.

Dalam program bayi tabung, tes ini bisa digunakan untuk mengetahui kuantitas dan kualitas cadangan sel telur yang dimiliki calon ibu.

"Kalau perempuan usianya 29 tahun, AMH-nya harusnya 3,5 nanogram per mililiter (ng/ml), umur biologisnya 29 tahun. Kalau usianya 35 tahun, minimal 1,4 AMH-nya," ujar Budi.

Bila dua orang perempuan yang sama-sama berusia 25 tahun namun AMH berbeda yakni 5,4 ng/mL dan 0,5 ng/mL, maka pasien kedua memiliki umur biologisnya yang jauh lebih tua daripada yang pertama.

"Ini yang menyebabkan tindakan pada pasien kedua akan jauh berbeda dari pasien pertama," demikian kata Budi.(Antara/jpnn)

Guru Besar dari Universitas Indonesia menyebut 35 persen gangguan kesuburan ternyata disebabkan faktor ini.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News