4 Cara Tokyo Terbebas dari Masalah Kekurangan Perumahan

4 Cara Tokyo Terbebas dari Masalah Kekurangan Perumahan
Sebuah rumah tua di kawasan bisnis Tokyo dijadikan kafe. (ABC News: Yumi Asada)

Namun para pendukungnya juga seringkali dituduh menghambat pembangunan kota yang dibutuhkan.

Jorge mengatakan penduduk Tokyo jauh lebih menerima pembangunan dan densitas atau kepadatan, karena mereka menyadari manfaatnya, serta membuat berbagai jenis layanan seringkali tersedia lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Tokyo adalah kota yang terus berubah. Namun munculnya "menara super", sebutan bagi gedung yang tingginya mencapai lebih dari 50 lantai, menimbulkan kekhawatiran warga.

Dalam kasus ini, warga tidak punya hak untuk menyatakan keberatannya. Jika rencana pembangunan dalam sebuah kawasan diubah untuk pembangunan yang lebih besar, warga hanya diberi waktu dua minggu untuk menyampaikan keluhan.

"Tapi warga di Tokyo pekerja keras, mereka tidak punya waktu untuk mengecek situs pemerintah kota [untuk cari tahu soal pembangunan]," kata Jorge.

"Saya curiga sering kali pengembang dan pemerintah tidak melakukan yang terbaik untuk bisa memberi tahu warganya kalau lingkungan komunitas mereka akan berubah drastis."

"Saya rasa warga di Jepang, di Tokyo, mereka harus diberi lebih banyak kesempatan untuk berpartisipasi [dalam demokrasi]", jelas Jorge.

Artikel ini diproduksi dan dirangkum Erwin Renaldi dari laporan dalam bahasa Inggris


Tidak seperti kebanyakan ibu kota lainnya di dunia, Tokyo tidak alami kekurangan perumahan


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News