5 Kakak Beradik Kabur dari Rumah Lantaran tak Tahan Dianiaya Ayahnya

5 Kakak Beradik Kabur dari Rumah Lantaran tak Tahan Dianiaya Ayahnya
Kelima kakak beradik yang kabur dari rumah mereka saat ini berada di kantor LPA Lamteng. Foto istimewa for radarlampung

jpnn.com, LAMPUNG TENGAH - Lima kakak beradik warga Kampung Poncowati, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, nekat kabur dari rumah lantaran kerap mendapat perlakuan kasar dari ayah kandungnya.

Kelimanya yakni AL, 16, yang masih duduk di kelas 2 SMK, RI (14) kelas 1 SMP, YI (11) kelas 5 SD, MNQ (9) kelas 4 SD, dan AP(8) kelas 2 SD. Kelimanya saat ini berada di kantor Lembaga Perlindungan Anak Lamteng.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng Eko Yuwono menyatakan menerima penyerahan lima anak dari warga, Kamis (29/3) malam. “Kita mendapatkan penyerahan lima anak dari warga Kampung Poncowati. Kelima anak ini kabur karena sering dianiaya bapaknya, S, 54,” katanya, minggu (31/3).

Menurut keterangan lima anak ini, kata Eko, sang ayah ringan tangan dan suka marah-marah. “Sering dimarahi dan dipukul ayahnya. Bahkan sempat diancam pakai pedang ketika marah,” ujarnya.

Sedangkan sang ibu saat ini berada di Cikampek, Jawa Barat. “Ibunya masih di Cikampek dua bulanan ini menunggu ayuknya yang mau lahiran. Jadi kelima anak ini tinggal bersama ayahnya,” ungkapnya.

Terkait kasus ini apakah sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, Eko menyatakan masih menunggu ibu korban. “Kami tunggu ibu korban. Sebab, menurut anak-anaknya ibunya juga sering mengalami kekerasn fisik dan psikis. Katanya sebentar lagi pulang,” katanya.

Selain itu, kata Eko, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian supaya bapak lima anak ini bisa dipidana dan mendapat efek jera.

“Kami juga mau koordinasi dengan polisi supaya bisa dipenjara dan jera. Tokoh masyarakat setempat juga tidak bisa mengatasi meski sudah sering diingatkan,” ungkapnya. (sya/wdi)


Lima kakak beradik warga Kampung Poncowati, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah, nekat kabur dari rumah lantaran kerap mendapat perlakuan kasar dari ayah kandungnya.


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News