Ada Ancaman, Rencana Ibadah di Stadion Kridosono Dibatalkan

Ada Ancaman, Rencana Ibadah di Stadion Kridosono Dibatalkan
Ilustrasi berdoa. Foto: Pixabay

Dia juga mengklarifikasi ihwal Stephen Tong. Selama 60 tahun lebih pelayanan, kata Bunawan, Stephen tidak pernah melakukan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) penyembuhan fisik seperti yang disebutkan dalam surat dari dua organsisasi masyarakat (ormas) beberapa waktu belakangan ini.

“Stephen Tong hanya melakukan KKR yang menekankan pertobatan sejati dari manusia berdosa kembali di dalam Tuhan Yesus Kristus kepada Allah Tritunggal. Hal ini terbukti beberapa tahun terakhir di DIY sendiri, seperti Kebaktian Pembaruan Iman Nasional (KPIN) yang diadakan di Stadion Kridosono pada 2014 dan 2015, dan 139 kota lainnya di seluruh Indonesia,” katanya.

Bunawan sangat sedih dan kecewa atas keputusan pembatalan yang mengakibatkan ribuan umat Kristen di DIY dan sekitarnya tidak bisa menjalankan ibadah Peringatan 500 Tahun Reformasi Gereja Tuhan.

Acara ini sejatinya merupakan rangkaian peringatan di 17 kota di seluruh Indonesia dan 22 kota lainnya di luar negeri.

“Kami sangat prihatin akan kondisi keberpihakan kepada kelompok intoleran dengan mengatasnamakan keamanan dan kedamaian di NKRI yang terus terjadi. Kiranya Tuhan memberkati perjuangan kita ke depan demi kemajuan NKRI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di dalam mempertahankan Indonesia yang toleran serta Bhinneka Tunggal Ika,” pungkas Bunawan.(gir/jpnn)


Pengelola Stadion Kridosono juga membatalkan penyewaan dengan alasan tidak jelas


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News