Ada Apa dengan Polisi Kita?

Oleh Tjipta Lesmana*

Ada Apa dengan Polisi Kita?
Guru besar ilmu komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Tjipta Lesmana. Foto: arsip JPNN.com/Ricardo

jpnn.com - Kasus Ferdy Sambo sepertinya bukan akhir dari rentetan insiden yang merusak nama baik Polri.

Selama berbulan-bulan persidangan kasus mantan kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri itu menjadi perhatian masyarakat luas, tak terkecuali Presiden Joko Widodo (Jokowi), DPR, dan seluruh instansi penegak hukum.

Tatkala persidangan perkara Ferdy Sambo menjelang memasuki babak vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tiba-tiba mencual lagi kasus Ismail Bolong, anggota Polda Kalimantan Timur, yang membawa-bawa nama Kabareskrim.

Ismail menyebut Kabareskrim Polri yang berpangkat komjen menerima suap Rp 6 miliar dari praktik pertambangan liar. Tentu saja Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto membantah keras tudingan miring tersebut.

Akhirnya Ismail Bolong menyampaikan permohonan maafnya secara terbuka. Ia mengaku tudingannya terhadap Kabareskrim karena atas dasar tekanan dari Brigjen Hendra Kurniawan, orang dekat Ferdy Sambo.

Kasus Ismail Bolong pun dengan cepat raib setelah dia ditangkap dan dijebloskan ke tahanan. Akan tetapi itu bukan ending dari cerita miring yang mendera Polri.

Anda masih ingat Tragedi Kanuuruhan di Malang, Jawa Timur (Jatim), pada awal Oktober 2022 yang menelan nyawa lebih dari 130 penonton? Itulah salah satu tragedi kerusuhan bola paling buruk di dunia.

Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) pun marah dan mengambil tindakan cepat terhadap Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sampai turun tangan dengan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Kanjuruhan.

Peristiwa demi peristiwa telah merusak citra Polri. Sudah waktunya Presiden Jokowi dengan sungguh-sungguh mengevaluasi kinerja pimpinan Polri saat ini.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News