Rabu, 13 Desember 2017 – 20:16 WIB

Ada Miskomunikasi Pemerintah dengan Pelaku Industri

Rabu, 06 Desember 2017 – 23:56 WIB
Ada Miskomunikasi Pemerintah dengan Pelaku Industri - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian dengan Kamar Dagang dan Industri berseberangan terkait dengan pertumbuhan ekonomi dalam bidang industri. Ada perbedaan persepsi terhadap paradigma industri nasional.

Hal itu terlihat dari keterangan yang disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menyampaikan orasi ilmiah dengan menyebut industri nasional mencapai peningkatan 20 persen sumbangan terhadap pendapatan negara dari tahun sebelumnya. Pencapaian itu yang kemudian mengakibatkan Indonesia masuk dalam 10 jajaran elit negara industri dunia.

Politikus Golkar tersebut memaparkan bahwa kini Indonesia sudah bisa disejajarkan dengan Brazil. Sedangkan Inggris misalnya hanya menyumbangkan 10 persen terhadap pendapatan nasionalnya.

Airlangga menyampaikan, kinerja industri kembali di atas pertumbuhan ekonomi pada triwulan III tahun 2017.

"Ini merupakan momentum baik, yang harus dijaga bahkan perlu ditingkatkan lagi, seiring upaya pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan kemudahan berusaha. Langkah ini perlu dijalankan secara sinergi di antara pemangku kepentingan," kata Airlangga pada Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang ke-86 Periode IV Tahun 2017 di Malang, Sabtu (25/11).

Merujuk data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan industri non-migas tumbuh sebesar 5,49 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,06 persen pada triwulan III/2017.

Cabang industri yang mengalami pertumbuhan tinggi adalah industri logam dasar sebesar 10,6 persen, diikuti industri makanan dan minuman 9,49 persen, industri mesin dan perlengkapan 6,35 persen, serta industri alat transportasi 5,63 persen.

Berbeda dengan pendapat Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani. Menurutnya, kondisi ekonomi dalam bidang industri justru mengalami deindustrialisasi.

SHARES
loading...
loading...
Komentar