Ada Potensi Kebangsaan Terancam, GP Ansor Sowan ke PPP

Ada Potensi Kebangsaan Terancam, GP Ansor Sowan ke PPP
kiri ke kanan: Ketua GP Ansor Yaqut Chalil (kanan) dan Ketua GP Ansor DKI Jakarta Abdul Azis (kedua kanan) menerima kedatangan Cagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) dan Cawagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kiri) di Kantor GP Ansor Pusat, Jakarta, Jumat (7/4). Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor menyatakan siap mendukung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - Gerakan Pemuda Ansor mendatangi Ketua Umum PPP M Romahurmuziy di Kompleks Parlemen, Senin (10/4).

Mereka sowan untuk membahas situasi kebangsaan yang dinilai mulai kehilangan arah.

Kata Ketua Umum GP Ansor Yaqut Choulil Qoumas mangatakan, ada fakta di mana orang yang berbeda pilihan dicap munafik, dilarang disolati, maupun dianggap tidak setuju dengan Bhineka Tunggal Ika.

"Menurut kami ini situasi yang mengancam kebangsaan," kata Yaqut.

Untuk itu, GP Ansor berinisiatif menemui tokoh-tokoh bangsa dan tokoh politik untuk menggali lebih jauh pandangan kebangsaan menurut para tokoh tersebut.

Nantinya, mereka mengambil inti sari dari pandangan tokoh-tokoh itu untuk menjadi sikap atau keputusan GP Ansor.

"Kami ingin di Ansor dapat gambaran. Kira-kira, para pemangku kepentingan ini mengimajinasikan Indonesia ke depan seperti apa supaya kita tidak salah arah," tegas Yaqut.

Namun yang pasti, GP Ansor tidak mau Indonesia bersyariah. Sebab, Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, budaya, dan bangsa.

Gerakan Pemuda Ansor mendatangi Ketua Umum PPP M Romahurmuziy di Kompleks Parlemen, Senin (10/4).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News