Ada Potensi Terjadi Kejahatan dari Rekam Jejak Digital, Hati-Hati

Ada Potensi Terjadi Kejahatan dari Rekam Jejak Digital, Hati-Hati
Diskusi daring "Literasi Digital untuk Masyarakat: Hati-hati Rekam Jejak Digital", Selasa (30/4). Foto: supplied

jpnn.com, JAKARTA - Ahli Hukum Pidana Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Bandung Mas Putra Zenno Januarsyah mengingatkan masyarakat yang aktif di media sosial atas bahaya yang muncul dari rekam jejak digital.

Di mana ada potensi terjadi kejahatan dari rekam jejak digital ini. Baik menjadi korban atau sebagai pelaku.

"Di mana ada masyarakat, di situ ada kejahatan. Kejahatan itu menandakan masyarakat yang dinamis," kata Putra Zenno dalam diskusi daring "Literasi Digital untuk Masyarakat: Hati-hati Rekam Jejak Digital", Selasa (30/4).

Putra mengatakan ada beberapa aliran yang menjelaskan mengapa manusia melakukan kejahatan, yaitu kriminologi klasik, pengaruh positivisme ilmu, dan kombinasi (klasik dan positivisme ilmu).

"Jadi, berkaitan dengan rekam jejak digital yang muncul dari suatu kedinamisan dalam masyarakat, maka di situ juga sudah barang tentu ada kejahatan. Apakah kita menjadi pelaku dari kejahatan yang berkaitan dengan rekam jejak digital, atau kita menjadi korban," sambungnya.

Aliran kombinasi ini menjelaskan bahwa kejahatan terletak pada faktor-faktor bio-sosiologis atau bakat (B) dan lingkungan (L), yang secara bersama-sama memberi pengaruh terhadap pribadi dan kondisi seseorang yang pada saatnya dapat berbuat jahat.

"Jika dikaitkan dengan rekam jejak digital, seseorang menjadi pelaku kejahatan itu karena faktor lingkungan yang memberi kesempatan, memanfaatkan rekam jejak digital sehingga dia berbuat jahat, atau dia tak sadar telah melakukan kejahatan," ungkapnya.

Kedua, lanjut Putra, lingkungan yang memberi contoh. Hal ini banyak terjadi di masyarakat.

Masyarakat yang aktif di media sosial terus diingatkan atas bahaya yang muncul dari rekam jejak digital.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News