Adriano, Kali Ketiga Raih Bidone d'Oro

rPemain Brazil jadi Langganan, Adriano Pemain Roma Pertama

Adriano, Kali Ketiga Raih Bidone d'Oro
Ilustrasi logo Liga Italia Serie A. (ANTARA/Gilang Galiartha)

jpnn.com, ITALIA - Wajar bila semua pemain mendambakan Ballon d'Or, simbol pemain terbaik di dunia. Namun, siapa yang sudi menerima Bidone d"Oro, simbol pemain dengan performa terburuk di Italia? Adriano tiga kali meraihnya.

SEJAK
2003, stasiun radio Italia RAI menganugerahi pemain dengan performa terburuk di Italia sebuah gelar, yakni Bidone d"Oro atau biasa juga disebut sebagai Golden Bin. Ini penghargaan yang bertolak belakang dengan Ballon d"Or.

Penilaian pemain berperforma terburuk dilakukan dengan poling para pendengar RAI Radio 2. Sebelum memilih peraih Bidone d"Oro, RAI merilis beberapa nominee. Tahun ini ada sepuluh pemain yang dinominasikan untuk menjadi penerima Bidone d"Oro.

Mereka antara lain Ronaldinho (AC Milan), Marco Materazzi (Inter Milan), Alessandro Mancini (Inter Milan), Diego (Juventus/Wolfsburg), Fabio Cannavaro (Al Ahli/Juventus), Amauri (Juventus), Felipe Melo (Juventus), Antonio Cassano (Sampdoria), dan Adriani Mutu (Fiorentina). Nama Ronaldinho, Cassano, dan Mutu sempat mencuat. Namun, pilihan jatuh kepada Adriano.

Ternyata, para pendengar RAI lebih banyak memilih Adriano sebagai pemain dengan performa terburuk, dengan suara sebanyak 22, 42 persen. Kemudian, menyusul di belakangnya striker kelahiran Brazil Amauri dengan 12,76 persen. Lalu Ronaldinho yang musim ini lebih sering duduk di bangku cadangan Milan berada di posisi ketiga terburuk dengan raihan suara 10,11 persen.

Adriano yang musim ini baru bermain 144 menit di Serie A Liga Italia dianggap sebagai sosok yang paling layak. Bergabung dengan Giallorossi, julukan Roma, pada awal musim ini dengan status free transfer, ternyata dia gagal bersinar.

Sulit menurunkan berat badan, kerap terkapar cedera, dan kalah bersaing dengan Francesco Totti, Mirko Vucinic, dan Marco Borriello, membuat Adriano makin terpuruk. Bahkan, dia juga kalah bersaing dengan striker muda Stefano Okaka.

Seiring dengan performa stabil Totti-Borriello, membuat allenatore Claudio Ranieri tidak memasukkan Adriano dalam rencana masa depannya. Makanya, belakangan terdengar rumor bahwa Adriano akan kembali lagi ke Brazil.

Wajar bila semua pemain mendambakan Ballon d'Or, simbol pemain terbaik di dunia. Namun, siapa yang sudi menerima Bidone d'Oro, simbol pemain dengan performa terburuk di Italia?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News