Agus Gumiwang Dorong Kadin Memperkuat Industri Manufaktur

Selasa, 04 Mei 2021 – 18:50 WIB
Agus Gumiwang Dorong Kadin Memperkuat Industri Manufaktur - JPNN.com
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerima Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah yang juga Calon Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (4/5). Foto" Dok. Kadin

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengadakan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (4/5).

Rombongan Kadin yang datang dipimpin Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah yang juga Calon Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

Anindya didampingi Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Benny Soetrisno dan Wakil Ketua Umum Bidang Energi, Minyak dan Gas Bobby Gafur Umar.

Dalam pertemuan ini, Agus meminta agar Kadin ke depan bisa bekerja sama aktif dengan pemerintah dalam memajukan dan memperkuat industri manufaktur. Terutama setelah adanya dampak pandemi Covid-19.

“Kami sangat berharap bagaimana dari Kemenperin bantu agar dorong usaha yang digeluti masing-masing perusahaan bisa makin baik dan makin tumbuh,” ujar Agus, dalam pertemuan tersebut.

Agus mengungkapkan, ada sembilan isu yang bisa disinergikan penanganannya antara Kemenperin dengan kalangan pengusaha. Selama ini, sembilan isu tersebut memberatkan kinerja industri dalam negeri.

Sembilan isu yang dimaksud adalah kurangnya bahan baku dan bahan penolong, kurangnya infrastruktur, kurangnya utilitas, kurangnya tenaga ahli, adanya tekanan produk impor, spesifikasi ketat limbah industri, permasalah industri kecil dan menengah, masalah logistik, hingga belum terbangunnya basis data sektor industri.

“Sembilan isu ini yang sehari-hari kita tangani. Alhamdulillah hampir dua tahun kita di sini beberapa isu ini sudah kita address dan kita ambil solusi. Tentu kita dari Kemenperin tidak bisa sendiri. Perlu ada kementerian lembaga lain dan pelaku usaha, khususnya di Kadin," ujar Agus.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...