Agustus, Listrik Jawa Tambah 600 MW

Agustus, Listrik Jawa Tambah 600 MW
Agustus, Listrik Jawa Tambah 600 MW
JAKARTA - Krisis listrik di Jawa diharap bisa sedikit terobati. Pasalnya, Agustus nanti, sistem kelistrikan Jawa-Bali akan mendapat tambahan pasokan 600 MW dari PLTU Suralaya.

    Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Departemen ESDM J. Purwono memastikan, tambahan 600 MW itu akan didapat seiring selesainya perbaikan interbus trafo PLTU Suralaya yang rusak sejak tahun lalu. ''Ini cukup signifikan menambah cadangan,'' ujarnya di kantor Ditjen LPE Jakarta.

    Purwono mengatakan, saat ini cadangan di sistem kelistrikan Jawa-Bali hanya sekitar 500-600 MW. Cadangan tersebut dinilai masih kurang. Sebab, untuk sistem yang beban puncaknya mencapai 16.000 MW, minimal cadangannya sekitar 1.200 MW.

    Karena itu, lanjut dia, kehandalan sistem Jawa-Bali selama ini memang kurang. Sehingga, jika ada salah satu pembangkit listrik yang rusak atau dalam perbaikan rutin, maka PLN terpaksa melakukan manajemen beban dengan pemadaman bergilir. ''Karena itu, dengan tambahan dari Suralaya, mudah-mudahan aman,'' katanya.

    Purwono memastikan, kehandalan sistem Jawa-Bali akan bertambah kuat karena pada 2009 nanti beberapa PLTU yang masuk crash program PLTU 10.000 MW akan mulai masuk.

    Pembangkit pertama yang masuk pada Maret 2009 adalah PLTU Labuhan unit I berkapasitas 300 MW. Kemudian pada Juni 2009, PLTU Labuhan Unit 2 berkapasitas 300 MW juga masuk.

    Disusul PLTU Indramayu dan PLTU Rembang Unit I yang masing-masing berkapasitas 300 MW masuk mulai Juni. Kemudian pada Oktober, unit 2 PLTU Indramayu dan PLTU Rembang berkapasitas 300 MW juga masuk.

    Sehingga, total tambahan pasokan listrik ke sistem Jawa-Bali dari proyek crash program PLTU 10.000 MW hingga akhir 2009 nanti mencapai 2.400 MW.

JAKARTA - Krisis listrik di Jawa diharap bisa sedikit terobati. Pasalnya, Agustus nanti, sistem kelistrikan Jawa-Bali akan mendapat tambahan pasokan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News