Ahli Epidemiologi Bicara Soal Vaksin AstraZeneca

Ahli Epidemiologi Bicara Soal Vaksin AstraZeneca
Vaksin buatan AstraZeneca. Foto: Reuters/Peter Cziborra

Namun, sejumlah pakar mempertanyakan sejumlah aspek dari data yang telah dipublikasikan AstraZeneca, terutama berkaitan dengan perbedaan dosis dan jumlah relawan uji coba.

Merunut kejadian ini, Masdalina juga menyinggung soal Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), yang mungkin terjadi di Indonesia setelah melakukan vaksinasi Covid-19.

Sementara itu, Ahli Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo menjelaskan, vaksin Covid-19 semestinya tetap ampuh mendeteksi virus corona dalam tubuh, meski telah bermutasi.

Namun hal tersebut tetap harus dibuktikan melalui kajian ilmiah.

"Secara teoritis harusnya bisa mendeteksi karena vaksin menargetkan keseluruhan bodi dari protein spike virus, walaupun ada sebagian bodi bermutasi, antibodi yang muncul karena vaksin masih bisa mengenali bagian dari bodi spike yang lain, we will see, seperti apa ke depan," sebut Ahmad.(chi/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

Pfizer dan AstraZeneca memiliki klaim efikasi atau keampuhan yang tinggi, yakni lebih dari 70 persen untuk Astrazeneca, dan 90 persen untuk Pfizer.


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News