Ahok Unggul saat Jelaskan Program, Sayang Malah Tampil Menyerang

Ahok Unggul saat Jelaskan Program, Sayang Malah Tampil Menyerang
Dua Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama dan Anies Baswedan dalam debat terakhir yang digelar KPU DKI di Jakarta, Rabu (12/4) malam. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Voxpol Center Reseach and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai Basuki T Purnama terlalu ofensif saat tampil pada debat calon gubernur DKI putaran terakhir pada Rabu lalu (12/4). Padahal, Ahok -panggilan Basuki- sebagai petahana memiliki keunggulan.

Pangi menuturkan, Ahok sebenarnya mampu menjelaskan program-programnya dengan bahasa yang sangat sederhana dan mudah dipahami masyarakat awam. Menurutnya, tak ada yang tercecer dari program-program unggulan calon gubernur DKI yang berpasangan dengan Djarot S Hidayat itu.

“Seperti sebagian besar titik banjir di Jakarta saat ini sudah bisa teratasi. Ahok juga tampak lebih mudah mengurai simpul-simpul persoalan transportasi terintegrasi di ibu kota dan menguasai bagaimana mengadministrasi keadilan sosial,” ujar Ipang, Jumat (14/4).

Namun, sambung Ipang, kelemahan Ahok yang paling fatal adalah mengunakan kalimat menyerang dan terkesan meremehkan rivalnya. Hal itu terlihat ketika Ahok mengeluarkan kalimat ‘jangan bohongi rakyat untuk pilkada, jangan terlalu banyak retorika' yang berulang-ulang.

"Istilah di atas sering kali berulang-ulang diucapkan Ahok untuk melakukan serangan balik, tapi saya kira blunder dan kontraproduktif," sebut Pangi.(dna/JPG)


Voxpol Center Reseach and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai Basuki T Purnama terlalu ofensif saat tampil pada debat calon gubernur DKI putaran


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News