AHY Beruntung Kali Ini, Mayor Bisa Mengalahkan Jenderal

AHY Beruntung Kali Ini, Mayor Bisa Mengalahkan Jenderal
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Zainul Abidin Sukrin menilai keputusan pemerintah menolak mengesahkan kepengurusan Partai Demokrat (PD) hasil KLB Deli Serdang, sangat positif.

Paling tidak, lanjutnya, keputusan Kemenkum HAM tersebut, menepis tudingan miring terhadap pemerintah selama ini.

"Keputusan Menteri Yasonna Loly melepaskan tuduhan tendensius yang dialamatkan pada pemerintah yang terlibat dalam pendongkelan Partai Demokrat," ujar Zainul dalam keterangannya, Kamis (1/4).

Direktur Eksekutif Politika Institute ini juga menilai, keputusan Kemenkum HAM juga menjadi bukti pemerintah konsisten melihat dinamika Partai Demokrat sebagai konflik internal partai.

"Dinamika KLB PD murni sebagai konflik dan atau faksionalisasi elite dalam partai politik. Hal itu terjadi karena ada benturan kepentingan antarelite dalam partai tersebut," ucapnya.

Menurut alumni magister ilmu politik dari Universitas Indonesia tersebut, pemerintah dalam hal ini membebaskan diri dari tarikan politik atau kepentingan elektabilitas dan liketabilitas di Pilpres 2024.

Dia mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) paling diuntungkan dalam konflik Partai Demokrat yang sedang berlangsung ini. Baik disahkan atau ditolaknya kepengurusan PD hasil KLB.

"Dengan sikap pemerintah menolak hasil KLB, AHY saat ini cenderung naik elektabilitas, dan populer di kalangan masyarakat. Karena kesan yang muncul mayor mengalahkan jenderal," ujarnya.

Sikap pemerintah menolak PD versi KLB menguntungkan AHY dan pemerintah terbebas dari tuduhan tendensius.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News