JPNN.com

Akbar Alamsyah, Dari Diamankan Sampai Dimakamkan

Sabtu, 12 Oktober 2019 – 08:35 WIB Akbar Alamsyah, Dari Diamankan Sampai Dimakamkan - JPNN.com
Ibu Akbar Alamsyah, Rosminah (kiri) menangis saat prosesi pemakaman korban demo ricuh Akbar Alamsyah. Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

jpnn.com, JAKARTA - Isak tangis mengiringi pemakaman Akbar Alamsyah di TPU Wakaf belakang Seskoal, Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (11/10).

Akbar merupakan korban demo pelajar yang rusuh di sekitar komplek parlemen, 25 September lalu.

Polda Metro Jaya melalui Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Komisaris Besar Argo Yuwono menjelaskan, kronologi Akbar Alamsyah sejak pertama kali diamankan aparat usai bentrokan hingga mengembuskan nafas terakhir di Cerebro Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Soebroto.

Pada tanggal 25 September 2019 pukul 14.00 WIB tengah berlangsung unjuk rasa di samping DPR, Lakdogi, Kementerian Kehutanan dan Slipi.

"Pada saat itu, unjuk rasa berjalan dengan baik dan lancar dan kemudian pada malam harinya sekitar jam 19.30 WIB tiba-tiba muncul gelombang massa yang tidak ada tuntutan apa-apa dalam kegiatan tersebut dan kemudian melakukan pelemparan kepada petugas," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat sore.

Argo menegaskan petugas tetap mengutamakan pendekatan persuasif meski dilempari batu, kayu, batako, bahkan bom molotov. Namun, aparat tetap melakukan imbauan untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.

"Kegiatan sampai larut malam sekitar jam 01.00 WIB di 26 September, massa masih tetap melempari petugas, ada juga yang menggunakan mercon, roket dan bom molotov," tutur Argo.

Karena massa mulai merusak fasilitas umum dan menutup jalan tol, petugas akhirnya menjalankan prosedur operasi standar (SOP). Himbauan tetap dilakukan, sambil menyemprotkan air. Namun, massa tetap melakukan pelemparan dan petugas membalas dengan melontarkan gas air mata. Kemudian pada saat semprot air dan lontarkan gas air mata, massa dan perusuh itu tidak semuanya kenal, tidak saling kenal, akhirnya dia akan menyelamatkan diri dan lari. Massa kan tidak satu garis, lemparan batu dan bom molotov.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...