Alexander Meninggal Karena Minum Pil yang Dibeli di Snapchat, Ibunya Menuntut

Alexander Meninggal Karena Minum Pil yang Dibeli di Snapchat, Ibunya Menuntut
Alexander Meninggal Karena Minum Pil yang Dibeli di Snapchat, Ibunya Menuntut

Tim operasi penegakan hukum Snapchat di Australia juga mengatakan sudah memberikan data kepada Polisi Federal Australia untuk membantu penyelidikan penjualan obat-obatan keras dan terlarang di Snapchat.

Pakar kejahatan dunia maya dari University of New South Wales, Richard Buckland ada kesulitan untuk mengatasi masalah ini.

"Saya bukannya dengan perusahaan teknologi," kata Profesor Richard.

"Saya tidak ingin ada undang-undang yang nantinya akan mengatakan setiap kali polisi datang minta data, kemudian mereka harus memberikannya."

"Tapi saya pikir perusahaan teknologi harus memiliki orang-orang yang mau terlibat, harus ada upaya yang dilakukan agar membuat mereka sangat termotivasi untuk membantu memecahkan masalah ini."

Apa yang dilakukan perusahaan jejaring sosial?

Snapchat sekarang menjalankan kampanye yang ditargetkan untuk mendidik penggunanya soal fentanil.

Tetapi Amy ingin Snapchat dan jejaring sosial lainnya menginvestasikan uang untuk beriklan atau berkampanye di platform lainnya, seperti papan reklame dan iklan TV.

Dia ingin komite transparansi eksternal untuk mengevaluasi upaya Snapchat, bersama dengan orang tua yang kehilangan anak karena pengedar narkoba di Snapchat.

Ibu dari Alexander ingin Snapchat bertanggung jawab, apalagi setelah sejumlah orang tua mengatakan membeli narkoba di sosial media semudah memesan pizza

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News