Alhamdulillah Ada Kabar Baik dari Emas, Setelah 4 Hari Ambrol

Alhamdulillah Ada Kabar Baik dari Emas, Setelah 4 Hari Ambrol
Harga emas berjangka sedikit menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah ambrol empat hari. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

Emas tertekan pada Jumat (26/5) setelah pengukur favorit Federal Reserve untuk inflasi AS datang lebih panas dari perkiraan untuk April, menunjukkan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi pada Juni dan Juli versus ekspektasi untuk jeda.

Departemen Perdagangan AS melaporkan Jumat (26/5/2023) bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti AS (PCE) naik 0,4 persen pada April dan 4,7 persen dari tahun lalu, keduanya lebih tinggi dari yang diharapkan.

Data ekonomi lainnya yang dirilis pada hari yang sama beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan baru AS untuk barang tahan lama yang diproduksi meningkat USD 3,1 miliar atau 1,1 persen, menjadi USD 283,0 miliar pada April.

Indeks Sentimen Konsumen yang dirilis oleh Survei Konsumen Universitas Michigan (UM) turun menjadi 59,2 pada survei Mei 2023, turun dari 63,5 pada April dan di atas 58,4 Mei lalu.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak 60 sen atau 0,03 persen menjadi ditutup pada USD 1.944,30 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di USD 1.957,10 dan terendah di USD 1.936,00.

Harga emas berjangka terpuruk USD 20,90 atau 1,06 persen menjadi USD 1.943,70 pada Kamis (25/5), setelah tergelincir USD 9,90 atau 0,50 persen menjadi USD 1.964,60 pada Rabu (24/5).

Untuk minggu ini, kontrak emas Juni tergelincir 1,90 persen, mencatat kerugian mingguan ketiga berturut-turut, setelah turun 2,0 persen di minggu sebelumnya dan turun 0,25 persen lagi seminggu sebelumnya.

Harga emas berjangka sedikit menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah ambrol empat hari.


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News