Aliran Magma Gunung Slamet Dekati Kawah

Aliran Magma Gunung Slamet Dekati Kawah
Aliran Magma Gunung Slamet Dekati Kawah

Seiring dengan perkembangan yang terjadi dengan Gunung Slamet, berbagai persiapan telah dilakukan baik oleh pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa. Di antaranya membuat papan penunjuk arah jalur evakuasi yang tersebar di setiap desa, khususnya yang masuk dalam daerah rawan bencana.

Penunjuk arah tersebut dibuat secara permanen sejak 2 hari. Hal itu dilakukan untuk menghindari dan mencegah adanya kerusakan yang terjadi akibat keropos atau dibuat mainan oleh anak-anak, sehingga hilang.

”Papan penunjuk arah ini memang sudah dipasang sejak Gunung Slamet mengalami peningkatan aktivitas, sehingga statusnya berada di atas normal,” ungkap kadus Gajah Uling, Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari. Namun, lanjut dia, karena menggunakan kayu, maka banyak terjadi kerusakan. Oleh karena itu, dibuatlah papan penunjuk jalur evakuasi yang permanen.

Papan penunjuk arah tersebut bertuliskan jalur evakuasi yang bertujuan untuk memudahkan dan mengarahkan warga menuju titik kumpul atau tempat pengungsian, misalnya gedung sekolah. Itu disapkan jika terjadi hal yang membahayakan dan mengharuskan warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk mengungsi. Dengan begitu, warga tidak perlu bingung lagi jika terjadi erupsi.

Dia menamabhakan, di Desa Gambuhan ada sekitar delapan titik papan penunjuk arah jalur evakuasi. Selain itu, di Dukuh Gajah Uling terdapat tiga lokasi pemasangan papan penunjuk permanen yang sudah disiapkan.

Dia berharap, dengan danya papan penunjuk arah jalur evakuasi akan memudahkan evakuasi warga, jika terjadi erupsi Gunung Slamet. (maf)


PULOSARI – Aktivitas Gunung Slamet sampai dengan sekarang masih tinggi. Bahkan kemarin (28/8), sekitar 12 jam terakhir kegempaan yang terjadi


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News