JPNN.com

Alumni IMM Gelar Silatnas Teguhkan Kontribusi untuk Indonesia Maju

Jumat, 18 Oktober 2019 – 21:21 WIB Alumni IMM Gelar Silatnas Teguhkan Kontribusi untuk Indonesia Maju - JPNN.com
Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) menggelar acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/10). Foto dok IMM

jpnn.com, JAKARTA - Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) menggelar acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/10). Acara Silatnas ini akan berlangsung hingga Sabtu (19/10) sore.

Ketua Umum Kornas Fokal IMM, Armyn Gultom menjelaskan Silatnas tahun ini diadakan untuk menyatukan visi jutaan alumni IMM. Membahas dinamika kebangsaan aktual serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam berkontribusi mewujudkan Indonesia maju.

"Ini adalah silaturahmi nasional alumni IMM. Melalui forum ini kami akan membahas tentang situasi kebangsaan, tentang keumatan, dan tentang kontribusi nyata alumni IMM dalam memajukan Indonesia," kata Armyn.

Silatnas yang mengambil tema 'Membangun Sumber Daya Manusia untuk Indonesia Maju' ini dihadiri oleh seluruh perwakilan dari para Alumni IMM di seluruh provinsi Indonesia. Acara ini dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhadjir Effendy.

Dalam sambutannya, Muhadjir mengharapkan agar alumni IMM mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman supaya bisa memperkuat eksistensinya dalam pergulatan kebangsaan.

"Pemilu telah usai, saatnya alumni IMM mengambil peran secara strategis dalam membangun bangsa. Eksistensi alumni IMM harus bisa dirasakan oleh semua," tutur Muhadjir.

Muhadjir juga mendorong alumni IMM agar berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia yang secara historis merupakan matra utama gerakan Muhammadiyah hingga kini. 
Menurutnya, hanya dengan SDM unggul, Indonesia maju akan terwujud.

"Umat Islam harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun bangsa. Menggerakkan pendidikan, sosial dan dakwah," tandas Muhadjir.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...